Moch. Haidir Kembangkan Usaha Sate Ayam Barokah Mayestik Berkat KUR
Moch. Haidir mengembangkan usaha kuliner Sate Ayam Barokah Mayestik dari gerobak ke ruko di Jakarta Selatan dengan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), menurut dilansir dari Investor Daily.
Usaha yang diwariskan dari orang tua itu kini menjual rata-rata dua ribu tusuk sate ayam per hari dengan omzet Rp 7-8 juta. Awalnya, Haidir berjualan mandiri sejak 2013 dengan penjualan hanya 100 tusuk per hari.
Haidir mengaku rutinitasnya dimulai pukul 03.00 WIB untuk membeli bahan baku, dan berjualan dari pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB. Ia menargetkan pekerja kantoran di kawasan Mayestik sebagai pelanggan utama terutama pada jam makan siang.
"Kalau orang baru, di mana-mana memang susah di awal, tapi setelah banyak yang kenal, baru pelan-pelan pelanggan bertambah," ujar Haidir.
Ia juga menjelaskan bahwa omzetnya mengalami fluktuasi sesuai siklus gajian karyawan, turun sekitar 50% pada akhir bulan dan naik dua kali lipat di awal bulan. Untuk mengatasi penurunan penjualan, Haidir memberikan promosi khusus kepada pelanggan tetap.
Keputusan menyewa ruko terjadi karena tawaran mendadak dan biaya sewa yang tinggi, sehingga Haidir menggunakan KUR Rp 200 juta dari BRI untuk modal.
"Tanpa modal dari bank, bisa jadi saya masih berjualan satai di pinggir jalan menggunakan gerobak," kata Haidir.
Ruko Sate Ayam Barokah Mayestik memiliki kapasitas sekitar 50 orang dengan 30 kursi di lantai bawah dan 20 kursi di lantai atas. Kehadiran ruko memberi kenyamanan bagi pelanggan dan membantu pengenalan merek.
Haidir menekankan pentingnya rasa dan pelayanan untuk menghadapi persaingan kuliner yang ketat di kawasan Mayestik.
"Sekadar rasa yang enak saja tidak cukup, jika tidak dibarengi sikap ramah kepada pelanggan," ujarnya.
Ia juga percaya cita rasa khas berasal dari bumbu rahasia ibunya yang dimasak dengan kompor minyak tanah, bukan gas, sehingga menghasilkan aroma berbeda.
Menu saat ini selain sate ayam, meliputi sate kambing, sate taichan, soto, dan sop iga. Haidir berencana menambahkan menu khas Madura seperti nasi ayam dan bebek Madura untuk memperkuat identitas usaha.
Haidir memiliki mimpi membuka cabang baru dan berencana melakukan renovasi tempat agar lebih estetik dan rapi, jika mendapat tambahan modal.
"Saya lahir dari keluarga tukang satai dan pendidikan tidak tinggi, jadi satu-satunya jalan adalah berusaha dan terus berjuang," ujarnya.
Menurut Haidir, sukses bukan hanya soal omzet atau banyak cabang, tapi soal rasa syukur.
"Sukses itu tergantung kitanya punya rasa syukur atau tidak. Mau dikasih berapa pun, kalau tidak bersyukur pasti merasa kurang terus," kata Haidir.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melaporkan laba bersih kuartal I-2026 sebesar Rp 15,5 triliun, naik 13,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyaluran kredit Rp 1.562 triliun, di mana segmen UMKM menjadi tulang punggung utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow