Gunung Sinabung Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 3.500 Meter

Smallest Font
Largest Font

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak.

Kolom abu berwarna hitam dan tebal tersebut condong ke arah timur serta tenggara, dan erupsi masih berlangsung hingga laporan terakhir dibuat, menurut laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sekitar 1 jam 1 menit 48 detik, menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan sejak pagi hari.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Sinabung pada Level II atau Waspada, dengan imbauan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak serta radius sektoral 4,5 kilometer di sektor selatan-timur.

Pemerintah Kabupaten Karo sudah mengantisipasi kondisi ini dengan menutup sementara kawasan objek wisata Danau Lau Kawar dan camping ground di Desa Kuta Gugung, Dusun Lau Kawar, Kecamatan Naman Teran. Penutupan ini berlaku sejak 19 Agustus 2026 dan akan berlangsung sampai kondisi gunung membaik, sesuai pengumuman Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan penutupan akan terus diberlakukan hingga perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dipantau lebih lanjut.

"Penutupan sementara kunjungan ke objek wisata Danau Lau Kawar camping ground mulai tanggal 19 Agustus 2026 sampai batas waktu pemberitahuan berikutnya sesuai kondisi Gunung Sinabung," ujar Juni Antomi Kemit.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Armen Putra, menambahkan bahwa meskipun erupsi masih berlangsung, masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang diberikan.

"Saat ini erupsi berupa abu yang mengarah ke timur dan tenggara masih terjadi. Status Gunung Sinabung masih di Level II atau Waspada, dan diharapkan warga serta wisatawan mengikuti rekomendasi kami," ujar Armen Putra.

Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya banjir lahar dingin.

Badan Geologi juga meminta Pemerintah Kabupaten Karo untuk berkoordinasi aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung maupun PVMBG guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik terkini.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed