Gigi Dall'Igna Ungkap Gaya Marc Marquez dan Bagnaia Tak Bisa Ditiru
Analisis data telemetry Ducati Corse tidak serta-merta membuat para rider dapat meniru keunggulan pebalap lain. Karakter alami setiap penunggang Desmosedici tetap menjadi pembeda utama di atas lintasan, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
General Manager Ducati Corse Gigi Dall'Igna menegaskan bahwa setiap pebalap membawa gaya berkendara yang sangat spesifik. Hal ini membuat teknik teknis tertentu milik seorang pebalap hampir tidak mungkin diaplikasikan oleh pebalap lainnya.
"Setiap pebalap memiliki gaya yang berbeda," kata Dall'Igna kepada MCNews.com.au.
"Bahkan jika mereka mencoba meniru satu sama lain, itu tidak mungkin. Sebagai contoh, gaya balap Marc di tikungan kiri tidak mungkin ditiru," tutur Dall'Igna.
Dall'Igna menilai keahlian Marc Marquez saat melibas tikungan ke arah kiri merupakan karakteristik unik yang amat sulit dipelajari rider lain. Di sisi lain, Francesco Bagnaia juga mempunyai titik kuat tersendiri yang sangat menonjol saat balapan berlangsung.
"Kadang-kadang, mustahil meniru Pecco saat melakukan pengereman. Ada fase-fase berbeda dalam balapan di mana pebalap tertentu tampil jauh lebih baik dibandingkan yang lain," tuturnya.
Kapasitas mengelola titik pengereman saat memasuki tikungan menjadi aspek di mana Bagnaia sering kali mengungguli para kompetitornya. Keunggulan spesifik semacam ini hanya dimiliki oleh pebalap tertentu pada fase balapan yang berbeda-beda.
Tidak hanya Marquez dan Bagnaia, keunikan juga terlihat pada gaya berkendara Fabio Di Giannantonio. Pebalap dari tim VR46 tersebut dinilai unggul dalam mempertahankan kecepatan kendaraan di tengah-tengah tikungan.
"Dia adalah salah satu yang terbaik," ujar Dall'Igna.
Meskipun Ducati diuntungkan oleh melimpahnya data dari banyaknya sepeda motor yang turun di grid MotoGP, faktor talenta dan manuver alami pebalap tetap menjadi elemen pembeda yang tidak bisa diseragamkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow