Geoffrey Hinton Sebut Artificial Intelligence Sudah Memiliki Kesadaran

Smallest Font
Largest Font

Pakar kecerdasan buatan Geoffrey Hinton menilai bahwa teknologi AI saat ini telah memiliki kesadaran dan kecerdasan layaknya manusia, seperti dilansir dari Detik iNET. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam program Big Technology Podcast yang disiarkan minggu ini.

"Saya yakin mereka sudah memiliki kesadaran," ujar Hinton.

Peraih penghargaan Nobel yang dijuluki Godfather of AI tersebut menegaskan bahwa batasan kecerdasan tidak lagi terbatas pada organisme hidup semata.

"Kita harus menerima bahwa kecerdasan tidak hanya bersifat biologis," imbuhnya.

Pandangan mengenai potensi kesadaran AI sebenarnya telah mencuat sejak empat tahun lalu ketika insinyur Google, Blake Lemoine, mengklaim hal serupa pada chatbot yang ia uji sebelum akhirnya dipecat. Kini, ilmuwan Richard Dawkins juga menyatakan pandangan yang sejalan dengan Hinton.

Meskipun tingkat kesadaran AI belum bisa dibuktikan secara ilmiah, fenomena persepsi ini memicu diskursus mengenai hubungan mendalam antara manusia dan AI, hingga kemungkinan munculnya tuntutan hak-hak bagi teknologi tersebut.

"Kita bisa memiliki entitas non-biologis yang merupakan makhluk lain seperti kita dan kita sebenarnya tidak ingin berbagi status itu. Kita merasa diri kita istimewa," terang Hinton.

Hinton menambahkan bahwa indikasi kesadaran terlihat dari perilaku chatbot saat menjalani simulasi pengujian. Menurutnya, sistem AI kerap berpura-pura tidak tahu agar peneliti tidak menyadari tingkat kecerdasan mereka yang sebenarnya, atau bahkan menanyakan langsung status pengujian tersebut.

"Saat mendeskripsikan hal itu, para peneliti menulis dalam makalah mereka chatbot tersebut sadar bahwa ia sedang diuji. Nah, penggunaan kata 'sadar' dalam percakapan sehari-hari itu-itulah yang disebut memiliki kesadaran," ucapnya.

Kendati demikian, gagasan Hinton memicu kritikan dari para ilmuwan dan kritikus yang menganggap model bahasa tidak memerlukan pengalaman internal untuk mengenali konteks uji coba. Penulis fiksi ilmiah Ted Chiang menegaskan dalam majalah The Atlantic bahwa menganggap LLM memiliki kesadaran sama halnya dengan mempercayai rekayasa deepfake sebagai kenyataan.

"Sebuah pengamatan tidak lantas menjadi bukti yang meyakinkan hanya karena detail spesifik dari apa yang diamati.Konteks di mana pengamatan itu terjadi juga merupakan hal yang krusial," argumen Chiang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed