Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Kepulauan Talaud dan Filipina Selatan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dan wilayah lepas pantai Filipina Selatan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Gempa di Kepulauan Talaud terjadi pukul 11.14 WIB dengan episenter di laut sekitar 236 km barat laut Melonguane, pada kedalaman 10 kilometer, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa, serta situasi di wilayah terdampak terpantau aman dan kondusif.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan kaji cepat dan pemantauan pascagempa, memastikan tidak ada kepanikan di masyarakat.
"Tim kami sudah turun ke lapangan dan situasi aman, tidak ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa," kata perwakilan BPBD Kepulauan Talaud.
Gempa serupa juga mengguncang Filipina Selatan pada pukul 12.14 waktu setempat (11.14 WIB), dengan magnitudo 6,3 yang menyebabkan kepanikan warga berlarian.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat episenter di 32 km barat daya Pulau Sarangani pada kedalaman 62 km dan menyatakan gempa ini tidak memicu peringatan tsunami.
Seorang petugas penyelamat di Pulau Sarangani, Harly Sauro, mengatakan, "Guncangannya cukup kuat. Saya melihat orang-orang panik. Mereka berlari dan berteriak."
Dia menambahkan, "Gempa terjadi saat pemerintah daerah sedang menyalurkan subsidi keuangan, jadi ada banyak orang di lokasi tersebut, namun semua orang selamat."
BMKG menjelaskan gempa di Filipina ini disebabkan oleh aktivitas subduksi di Palung Cotabato dan termasuk gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Selain gempa besar tersebut, wilayah Nusa Tenggara Timur juga mengalami gempa kecil magnitudo 4,7 di Kabupaten Nagekeo pada 2 Agustus 2026 pukul 22.17 Wita, dengan kedalaman 11 kilometer yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyatakan, "Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif." Guncangan dirasakan di tiga kabupaten dengan intensitas III MMI tanpa kerusakan.
BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan hanya mempercayai informasi resmi dari instansi terkait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow