Gaikindo Ungkap Tantangan Industri Otomotif Hadapi Kesenjangan Produksi
Potensi pertumbuhan industri otomotif Indonesia dinilai masih sangat besar di tengah adanya kesenjangan yang lebar antara kapasitas pabrik dan daya serap pasar.
Dilansir dari Detik Oto, kapasitas produksi kendaraan roda empat nasional saat ini sudah menyentuh angka 2,5 juta unit per tahun.
Meski demikian, tingkat penjualan mobil untuk pasar domestik tercatat masih tertahan di kisaran 780 ribu hingga 800 ribu unit saja.
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan bahwa pasar otomotif tanah air sebenarnya pernah menembus angka penjualan hingga satu juta unit per tahun.
Namun, pencapaian tersebut masih belum bisa diraih kembali dalam periode beberapa tahun belakangan ini.
"Indonesia sendiri kan sudah pernah angkanya di 1 juta (unit penjualan) secara pasar atau market. Nah sekarang kan baru sekitar 780 (ribu) sampai dengan 800 (ribu)," kata Frans kepada wartawan di Jakarta belum lama ini.
Frans menambahkan, kemampuan produksi yang dimiliki industri nasional saat ini melampaui total permintaan dari konsumen dalam negeri.
Oleh karena itu, para agen pemegang merek harus mengoptimalkan fasilitas pabrik mereka untuk menyasar pasar luar negeri selain memenuhi kebutuhan lokal.
"Terus kemudian kemampuan produksi kita ada di angka 2,5 juta (unit per tahun). Jadi kemampuan produksi itu kita bisa pakai, baik untuk penjualan domestik, maupun juga untuk penjualan ekspor," ujarnya lagi.
PT Hyundai Motors Indonesia menjadi salah satu produsen yang memfokuskan operasionalnya di tanah air sebagai basis manufaktur sekaligus hub ekspor global.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hyundai membukukan ekspor kendaraan completely built up (CBU) sebanyak 4.145 unit selama Mei 2026.
Secara akumulatif, volume pengiriman luar negeri dari pabrikan asal Korea Selatan ini mencapai 18.525 unit pada periode Januari hingga Mei 2026.
Model kendaraan yang dikapalkan adalah Hyundai Stargazer dan Hyundai Creta yang diproduksi langsung di fasilitas manufaktur Cikarang.
Negara tujuan pengiriman tersebut mencakup wilayah Filipina, Thailand, Vietnam, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Meksiko.
Kondisi ini selaras dengan pandangan Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara yang menyebut optimalisasi ekspor dan peningkatan pasar domestik adalah tantangan utama saat ini.
Menurut Kukuh, pelaku industri otomotif tidak bisa hanya bersandar pada penjualan di pasar domestik demi melepas belenggu stagnasi penjualan satu juta unit.
"Kita harus agresif karena ini satu-satunya industri yang mampu bertahan cukup lama, bahkan mampu survive dalam kondisi (terburuk) seperti pandemi (Covid-19) kemarin," ungkap Kukuh beberapa waktu lalu.
Kukuh menilai diversifikasi varian mobil yang diproduksi di Indonesia serta perluasan negara tujuan ekspor menjadi langkah krusial untuk memaksimalkan kapasitas pabrik.
"Kita juga bersyukur negara lain mulai melirik Indonesia. Tapi juga kita sampaikan, mau datang ke Indonesia silahkan karena pasarnya gede, potensinya gede, karena bukan hanya di Jawa saja, daerah lain mulai tumbuh, kita sampaikan ini ternyata direspons cukup baik, tidak hanya Korea saja, China pun datang, Eropa pun sekarang kembali lagi," bilang Kukuh.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow