Formula 1 Siapkan Sirkuit Eropa Gantikan Seri Timur Tengah
Manajemen Formula 1 mempertimbangkan pemindahan lokasi balapan penutup musim 2026 ke benua Eropa setelah situasi keamanan akibat perang Iran memicu ketidakpastian penyelenggaraan Grand Prix di Timur Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Krisis geopolitik telah menyebabkan ajang di Bahrain dipindahkan ke Malaysia dan GP Arab Saudi dibatalkan, sementara kepastian penyelenggaraan seri penutup di Qatar dan Abu Dhabi baru ditetapkan pada pertengahan September. Sirkuit Imola di Italia muncul sebagai kandidat pengganti terkuat, sedangkan Sirkuit Zandvoort di Belanda, serta sirkuit di Turki dan Portugal turut mengutarakan kesiapan standar lisensi mereka.
Chief Executive Officer Formula 1 Stefano Domenicali menegaskan bahwa pihak penyelenggara masih memantau kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil tindakan resmi.
"Kami akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang. Kami akan mengambil keputusan pada waktu yang tepat, tidak sebelum pertengahan September," kata Stefano Domenicali, CEO Formula 1.
Domenicali menuturkan bahwa tiket pertandingan untuk dua seri penutup tersebut sejatinya telah habis terjual.
"Kedua balapan itu sudah sold out. Itu merupakan tanda luar biasa bahwa olahraga ini lebih besar daripada persoalan yang sedang dihadapi dunia," kata Stefano Domenicali.
Manajemen F1 memastikan Eropa menjadi tujuan utama jika pembatalan di wilayah Timur Tengah terpaksa dilakukan.
"Jika kami tidak bisa berlomba di Timur Tengah, kami akan mengakhiri musim di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain," kata Stefano Domenicali.
Domenicali juga menepis isu penambahan lokasi balapan baru di Amerika Serikat maupun potensi menggelar dua balapan beruntun di Las Vegas.
"Saya bisa menjamin bahwa kami tidak akan menggelar balapan lain di Amerika Serikat. Memang sempat ada kemungkinan mengadakan dua balapan di Las Vegas, tetapi kami tidak ingin merusak sesuatu yang sedang berkembang dengan menurunkan nilainya," kata Stefano Domenicali.
Dari pihak pengelola Sirkuit Zandvoort, opsi menjadi lokasi alternatif darurat telah disampaikan secara resmi kepada media.
"Sirkuit Zandvoort dapat berfungsi sebagai lokasi alternatif di masa depan jika Grand Prix lain tidak dapat dilaksanakan karena keadaan geopolitik, misalnya. Lisensi Grade 1 FIA milik sirkuit ini akan tetap berlaku selama tiga tahun lagi," kata organisasi Grand Prix Belanda.
Pihak penyelenggara di Belanda menekankan pentingnya ketersediaan logistik dan waktu persiapan sebelum keputusan final diambil.
"Namun, dalam praktiknya, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk izin yang diperlukan, ketersediaan peralatan, dan waktu persiapan yang dibutuhkan. Selain itu, ada tempat lain di kalender Formula 1 yang lebih masuk akal dari perspektif logistik. Oleh karena itu, pada tahap ini, ini bukanlah skenario yang konkret," kata organisasi Grand Prix Belanda.
Tantangan suhu dingin di benua Eropa pada akhir musim menjadi perhatian para prinsipal tim balap.
"Saya pikir jika itu adalah Imola, dan agar jelas, itu belum dikonfirmasi atau sebaliknya, cuaca akan menarik dan menantang, tetapi masih akan menyenangkan untuk kembali ke balapan Eropa di akhir musim," kata James Vowles, Prinsipal tim Williams.
Vowles menambahkan bahwa manajemen pusat masih berupaya mempertahankan jadwal awal.
"Saya tahu F1 bekerja sangat keras agar hal itu tidak terjadi dan agar kalender tetap berlanjut seperti apa adanya," kata James Vowles.
Para pebalap Formula 1 memberikan tanggapan beragam terkait potensi perubahan kalender balap tersebut.
"Saya bahkan belum memikirkan apa yang akan saya lakukan hari Senin. Kurangnya kejelasan saat ini tidak mengubah apa pun," kata Lando Norris, Pemimpin kualifikasi GP Belanda.
Pebalap Mercedes George Russell turut menyampaikan pandangannya mengenai total seri balapan.
"Saya lebih suka lebih banyak balapan daripada berkurang. Hanya itu yang saya harapkan. Tapi itu di luar kendali kami, itu juga di luar kendali Formula 1, jadi begitulah adanya," kata George Russell, Pebalap Mercedes.
Pada sesi kualifikasi GP Belanda di Zandvoort, Lando Norris berhasil meraih posisi start terdepan di depan dua pebalap Mercedes, sementara Sergio Perez harus memulai balapan dari pitlane akibat pelanggaran aturan parc ferme pada setelan suspensi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow