Lando Norris Menang GP Hungaria 2026 Usai Salip Oscar Piastri
Pembalap McLaren Lando Norris merebut kemenangan pertamanya sebagai juara dunia bertahan pada F1 Grand Prix Hungaria 2026 di Sirkuit Hungaroring, Minggu (26/7/2026). Norris bangkit dari kesalahan awal balapan untuk mengalahkan rekan setimnya, Oscar Piastri, serta Max Verstappen dari Red Bull Racing.
Norris yang mengawali balapan dari posisi terdepan sempat kehilangan kepemimpinan setelah melebar di Tikungan 2 pada lap pertama. Kesalahan tersebut dimanfaatkan oleh Piastri untuk mengambil alih posisi terdepan. Meski demikian, Norris mampu menjaga jarak tetap rapat di bawah satu detik sepanjang 40 lap awal.
Strategi pit stop McLaren kemudian memberi jalan bagi Norris untuk memimpin kembali. Tim memanggil Piastri lebih awal demi mengantisipasi ancaman dari Lewis Hamilton, yang memberikan ruang udara bersih bagi Norris untuk mencetak catatan waktu sangat cepat melalui strategi overcut.
Langkah Piastri untuk mempertahankan posisi terdepan kian buyar setelah dirinya terlibat insiden tabrakan dengan pembalap Williams, Carlos Sainz, saat hendak melakukan overlocking terhadap mobil yang tertinggal satu lap. Tabrakan tersebut merusak laju Piastri hingga akhirnya gagal menyelesaikan balapan.
Kemenangan di Budapest ini membawa Norris memangkas jarak poin di papan klasemen menjadi 98 poin di belakang pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, yang finis di urutan ketiga di belakang Verstappen.
Norris menilai performanya di Hungaroring merupakan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya balapnya.
"Itu bukan Tikungan 2 terbaik saya, tetapi setelah itu, melihat kecepatan saya dan fakta bahwa saya lebih baik dalam segala hal, dari degradasi ban hingga kecepatan, saya yakin masih bisa memenangkan balapan," kata Lando Norris, Pembalap McLaren.
Norris mengungkapkan bahwa pemahaman teknis terhadap mobil McLaren menjadi kunci utama peningkatannya musim ini.
"Fakta bahwa saya bisa menempel Oscar di lintasan seperti ini, di mana sangat sulit untuk membuntuti dan menyalip, saya berada dalam jarak sekitar 0,8 detik selama hampir 40 lap, hal itu memberi saya keyakinan bahwa saya akan menang tidak peduli apa pun yang terjadi, apakah dia masuk pit lebih awal atau lambat," ujar Lando Norris, Pembalap McLaren.
Ia menegaskan bahwa peningkatan signifikan ini diraih melalui kerja keras berkelanjutan bersama para teknisi tim.
"Keunggulan kecepatan yang saya miliki sangat besar hari ini. Namun saya tidak tahu mengapa. Mobilnya identik, dan saya merasa sangat kuat akhir-akhir ini," kata Lando Norris, Pembalap McLaren.
Norris juga menyebutkan bahwa kerja sama ketat dengan tim menjadi kunci utama untuk memahami potensi penuh kendaraan.
"Saya telah bekerja pada banyak area dibanding tahun lalu. Saya merasa jauh lebih percaya diri baru-baru ini tentang cara mengesktrak performa, dan saya telah bekerja keras dengan para teknisi saya untuk memahami mobil ini karena ini tentu bukan mobil yang mudah dipahami dan dikendarai secara konsisten di batas maksimal," tutur Lando Norris, Pembalap McLaren.
Meski meraih hasil maksimal sebelum jeda musim panas, Norris enggan berpatokan pada ekspektasi tinggi untuk balapan-balapan selanjutnya.
"Jadi, mengapa? Hanya kerja keras. Kerja keras dari para teknisi saya dan dari diri saya sendiri untuk meningkatkan kemampuan sebagai pembalap dan memperbaiki cara mengemudi saya. Itulah jawabannya," kata Lando Norris, Pembalap McLaren.
Ia menekankan pentingnya fokus pada setiap balapan yang dihadapi.
"Saya hanya senang dengan hari ini. Itu tidak berarti jika saya cepat di sini, kami akan cepat di mana saja," ujar Lando Norris, Pembalap McLaren.
Norris memilih untuk tetap membumi dalam menghadapi sisa musim balap.
"Satu hal yang pasti telah saya pelajari adalah tidak memiliki ekspektasi untuk masa depan dan hanya bekerja pada saat ini. Saya pikir itulah cara kami melakukan segalanya sebagai tim," tutur Lando Norris, Pembalap McLaren.
Ia percaya dedikasi tim akan terus membawa hasil positif di seri berikutnya.
"Tentu saja, saya optimistis untuk masa depan dan saya pikir kami bisa memenangkan lebih banyak balapan, tetapi kami memiliki persaingan yang ketat dan masih banyak balapan yang membuat saya tidak percaya diri karena mobil belum mencapai standar yang dibutuhkan di area tertentu," kata Lando Norris, Pembalap McLaren.
Performa stabil Norris juga mendapat apresiasi langsung dari kepemimpinan tim atas kematangannya mengendalikan emosi selama balapan.
"Lando jauh lebih percaya diri. Dia jauh lebih sadar akan alat yang dimilikinya dalam mengemudi, dan bagaimana menggunakannya. Dan saya pikir dia juga lebih bisa mengendalikan emosinya," kata Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Stella menambahkan bahwa ketenangan Norris menjadi faktor penentu saat berada di belakang Piastri.
"Karena hari ini, ketika dia berada di belakang Oscar, dia mengatakan beberapa kali bahwa dia memiliki kecepatan simpanan, tetapi dia tidak menjadi sangat frustrasi. Dan fakta bahwa dia tidak terlalu frustrasi, saya pikir, kemudian memungkinkannya menggunakan kecepatan pada waktu yang tepat dan membawanya pada kemenangan. Kita telah melihat lintasan perkembangan yang luar biasa untuk Lando," ujar Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Sementara itu, Piastri meluapkan kekecewaannya di radio tim atas insiden yang merusak peluang kemenangannya.
"Bagus sekali kalian mempertimbangkan hal itu, terima kasih," kata Oscar Piastri, Pembalap McLaren.
Namun setelah balapan berakhir, Piastri mengakui bahwa penurunan kecepatan mobilnya membuat peluang memenangkan balapan sudah tertutup.
"Ketika Lando keluar di depan, saya tahu saya tidak memiliki kecepatan untuk menyerangnya, jadi saya tahu peluang saya untuk memenangkan balapan sudah berakhir dari sana," ujar Oscar Piastri, Pembalap McLaren.
Ia menyadari keputusan tim untuk memanggil Norris ke pit adalah hal yang rasional.
"Saya merasa mungkin tim tidak perlu memasukkan Lando jika ini adalah balapan dua mobil, tetapi saya tahu ini bukan balapan dua mobil. Mereka tidak bisa begitu saja tidak memasukkan Lando karena sesuatu di luar kendalinya dan di luar kendali saya," tutur Oscar Piastri, Pembalap McLaren.
Piastri menjelaskan bahwa rasa frustrasinya timbul semata-mata karena situasi di lintasan akibat insiden tabrakan.
"Dari sisi itu, tidak apa-apa. Saya hanya sangat, sangat kesal pada saat itu tentang apa yang terjadi. Tanpa ditabrak, saya akan tetap berada di depan Lando," kata Oscar Piastri, Pembalap McLaren.
Isu ketegangan internal tersebut langsung diredam oleh tim yang mengonfirmasi bahwa situasi antar pembalap tetap kondusif.
"Segera setelah balapan, Oscar mengklarifikasi bahwa komentarnya adalah komentar dalam kemarahan," kata Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Stella menegaskan insiden dengan pembalap lain menjadi pemicu utama kegagalan Piastri meraih hasil maksimal.
"Ada beberapa episode malang. Tentunya yang paling penting adalah fakta bahwa Oscar mengalami tabrakan dengan pembalap yang tertinggal satu lap," ujar Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Ia juga menyoroti peningkatan kecepatan yang sangat tajam dari Norris di pertengahan balapan.
"Dan pada saat yang sama, begitu Lando terlepas, kecepatannya sungguh luar biasa. Saya pikir dia menemukan setengah detik per lap. Dan kecepatan ini berarti Lando bisa berada di depan Oscar," tutur Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Pihak manajemen memastikan tidak ada masalah berkepanjangan di dalam garasi McLaren.
"Saya pikir Oscar langsung memahaminya," kata Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Ia memaklumi reaksi emosional yang ditunjukkan oleh pembalap muda asal Australia tersebut.
"Sangat bisa dipahami bahwa ketika Anda memimpin balapan selama hampir separuh jalan, dan kemudian Anda melihat diri Anda kehilangan kepemimpinan karena episode dengan pembalap tertinggal, maka Anda mungkin memiliki momen dan membuat komentar dalam kemarahan, tetapi sama sekali tidak ada masalah," ujar Andrea Stella, Prinsipal Tim McLaren.
Menilai jalannya balapan dari sudut pandang performa pesaing, Red Bull merasa puas dengan pencapaian finis kedua setelah berhasil memaksimalkan strategi ban halus di fase akhir.
"Saya kira hari ini adalah salah satu kecepatan terbaik yang saya miliki," kata Eden Hannigan, Penulis The Race.
Di sisi lain, seri Hungaria menjadi akhir pekan yang mengecewakan bagi tim Ferrari yang gagal menempatkan pembalapnya di podium meski sempat diunggulkan.
"Ada dua balapan di mana kami memperkirakan akan kesulitan dan kami finis pertama dan kedua. Dan dalam balapan di mana kami berharap tampil baik, kami finis keempat dan kelima," kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Kekecewaan serupa dirasakan oleh pembalap Mercedes George Russell yang mengalami masalah teknis saat start hingga melorot ke posisi belakang.
"Saya seperti sudah melewati titik kekecewaan sekarang," kata George Russell, Pembalap Mercedes.
Russell mengungkapkan gangguan mekanis pada sistem mesinnya terjadi beberapa detik sebelum bendera start dikibarkan.
"Hasilnya sangat buruk. Namun hal-hal yang bisa saya kendalikan, itu biasa saja," ujar George Russell, Pembalap Mercedes.
Ia mengaku sangat membutuhkan istirahat sebelum melanjutkan kompetisi pada paruh kedua musim.
"Saya biasanya tidak merasa butuh istirahat; tahun ini saya pasti merasa membutuhkannya," tutur George Russell, Pembalap Mercedes.
Di pihak lain, Piastri meluapkan kekesalannya atas aksi ceroboh Carlos Sainz yang menyenggol mobilnya saat hendak disalip.
"Salah satu hal terbodoh yang pernah saya lihat di lintasan balap," kata Oscar Piastri, Pembalap McLaren.
F1 kini memasuki masa jeda musim panas selama empat minggu sebelum berlanjut ke Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow