Dokumen FOMC Ungkap Kekhawatiran Inflasi AS dan Usulan Jadwal Rapat Baru

Smallest Font
Largest Font

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) edisi 28-29 Juli menunjukkan peningkatan kekhawatiran para anggota terhadap inflasi yang persisten, sementara Ketua Fed Kevin Warsh mengusulkan pengurangan jadwal rapat menjadi enam kali mulai 2027.

Dalam tinjauan staf terhadap situasi keuangan, dicatat bahwa perkembangan selama periode antarrapat dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah, tetapi kompensasi inflasi bergerak sedikit merespon kenaikan harga minyak, suku bunga nominal naik terutama karena ekspektasi suku bunga kebijakan yang lebih tinggi, saham agak melemah, dan dolar menguat tipis.

"Kompensasi inflasi jangka pendek menurun secara signifikan setelah rapat FOMC Juni dan hanya bergerak naik sedikit setelahnya meskipun terjadi kenaikan tajam harga minyak," tulis staf Fed.

Staf menambahkan bahwa persepsi investor terhadap komitmen kuat Komite dalam menjaga stabilitas harga turut mempengaruhi penurunan tersebut, sementara kompensasi inflasi jangka panjang tetap stabil dan konsisten dengan target 2 persen.

"Penjangkauan pasar dan tanggapan tertulis terhadap Survei Ekspektasi Pasar Open Market Desk (survei Desk) menunjukkan bahwa penurunan setelah rapat FOMC Juni ini sebagian disebabkan oleh persepsi investor tentang tekad kuat Komite untuk memberikan stabilitas harga, sebagaimana tercermin dalam pernyataan dan konferensi pers FOMC Juni. Kompensasi inflasi jangka panjang tetap stabil dan konsisten dengan tujuan inflasi jangka panjang Komite sebesar 2 persen," kata staf Fed.

Mengenai kondisi ekonomi umum, inflasi diperkirakan menurun pada paruh kedua tahun ini seiring penurunan harga bensin eceran dan perlambatan inflasi inti.

"Total inflasi diperkirakan menurun pada paruh kedua tahun ini, karena harga bensin eceran diproyeksikan bergerak lebih rendah dan inflasi inti diproyeksikan melambat secara moderat," kata staf Fed.

Staf Fed memperkirakan inflasi akan turun tahun depan seiring meredanya efek tarif dan konflik Timur Tengah, hingga mencapai sekitar 2 persen pada 2028.

"Inflasi diperkirakan akan turun tahun depan, seiring meredanya efek tarif dan konflik Timur Tengah, dan menjadi sekitar 2 persen pada 2028. Prakiraan inflasi staf serupa dengan yang disiapkan untuk rapat Juni," tulis staf Fed.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, PDB riil diproyeksikan sedikit melampaui potensi tahun depan berkat dukungan kondisi keuangan dan investasi terkait kecerdasan buatan (AI).

"PDB riil diproyeksikan sedikit melampaui potensi tahun depan, didukung oleh kondisi keuangan dan investasi terkait AI," tulis mereka.

Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap dekat dengan perkiraan jangka panjang tahun ini dan bergerak sedikit lebih rendah pada tahun depan.

"Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap dekat dengan perkiraan staf tentang tingkat jangka panjangnya tahun ini dan bergerak sedikit lebih rendah tahun depan, berakhir sedikit di bawah tingkat jangka panjangnya pada 2028. Prospek staf untuk aktivitas ekonomi sedikit lebih lemah daripada yang disiapkan untuk rapat Juni, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap data yang masuk," tulis staf Fed.

Staf Fed memberikan penilaian akhir mengenai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan yang cenderung mengarah ke bawah.

"Secara keseluruhan, risiko terhadap prakiraan untuk lapangan kerja dan pertumbuhan PDB riil dinilai cenderung ke arah bawah," tambah mereka.

Selain itu, tekanan harga diperkirakan berisiko bertahan lebih lama dari perkiraan semula.

"Risiko terhadap prakiraan inflasi dinilai cenderung ke arah atas, dengan kemungkinan bahwa inflasi akan terbukti lebih persisten daripada yang diantisipasi staf," kata staf Fed.

Para peserta rapat merespons situasi tersebut dengan mengonfirmasi bahwa kenaikan harga terjadi di berbagai kategori barang dan jasa.

"beberapa peserta mencatat bahwa kenaikan harga selama tahun lalu berdasar luas, mencakup berbagai kategori barang dan jasa," kata risalah rapat.

Sejumlah anggota mengindikasikan bahwa laju inflasi mendasar masih berada di tingkat tinggi meski faktor energi telah dikecualikan.

"dicatat bahwa, bahkan setelah mengecualikan harga barang-barang yang paling terdampak langsung oleh tarif dan harga energi, inflasi mendasar tampak tetap tinggi," ujar peserta rapat.

Sebagian besar anggota mengantisipasi penurunan inflasi pada sisa tahun 2026 seiring memudarnya dampak tarif sebelumnya.

"sebagai efek dari tarif dan kenaikan harga energi sebelumnya memudar, tetapi banyak peserta mencatat kemungkinan bahwa inflasi bisa bertahan lebih tinggi secara lebih persisten," bunyi dokumen tersebut.

Kondisi pasar tenaga kerja dinilai tetap stabil dengan permintaan dan penawaran tenaga kerja yang berada dalam keseimbangan.

"bahwa kondisi pasar tenaga kerja stabil, dengan permintaan dan penawaran tenaga kerja dalam keseimbangan," catat peserta rapat.

Ekspektasi pasar tenaga kerja jangka pendek diperkirakan berada pada tingkat yang konstan.

"Peserta secara umum memperkirakan kondisi pasar tenaga kerja tetap stabil dalam jangka pendek, dengan tingkat pengangguran bertahan dekat dengan tingkat saat ini," kata risalah tersebut.

Pertumbuhan PDB riil diprediksi berlanjut didukung oleh konsumsi rumah tangga dan sektor teknologi.

"secara umum memperkirakan pertumbuhan PDB riil yang solid berlanjut dalam jangka pendek dan menunjuk pada beberapa faktor yang kemungkinan mendukung ekspansi berlanjut, termasuk investasi terkait AI yang sedang berlangsung dan pengeluaran rumah tangga," menurut para peserta.

Terkait kebijakan moneter, beberapa pejabat menilai pengetatan tambahan mungkin diperlukan jika inflasi tidak kunjung mereda.

"menilai bahwa pengetatan kebijakan kemungkinan akan diperlukan jika inflasi tidak menurun," tegas beberapa anggota FOMC.

Kondisi keuangan saat ini dinilai oleh beberapa pihak belum cukup ketat untuk mengembalikan inflasi ke target dasar.

"kondisi keuangan mungkin saat ini tidak cukup restriktif untuk memfasilitasi kembalinya inflasi ke 2 persen," kata beberapa peserta.

Kenaikan ketatan finansial antarrapat dinilai mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan di masa depan.

"Berbagai peserta menunjukkan bahwa kondisi keuangan telah mengetat selama periode antarrapat dan perkembangan ini sebagian merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi yang kuat dan ekspektasi pasar bahwa Komite akan mengadopsi sikap kebijakan yang lebih restriktif sebelum terlalu lama," kata risalah.

Sebagian kecil peserta mendukung kenaikan suku bunga pada rapat kali ini guna mencegah pengetatan yang lebih berat di kemudian hari.

"Beberapa peserta yang mendukung peningkatan kisaran target untuk suku bunga federal funds pada rapat ini menilai bahwa melakukan hal itu kemungkinan akan membantu mencegah perlunya urutan pengetatan yang lebih curam dan berpotensi lebih mahal pada tahap selanjutnya," ungkap risalah.

Ketua Fed Kevin Warsh mengajukan usulan pengurangan frekuensi rapat FOMC menjadi enam kali setahun mulai 2027.

"Ketua mengamati bahwa enam rapat terjadwal per tahun, yang diadakan kira-kira setiap dua bulan, akan memungkinkan lebih banyak informasi terkumpul di antara rapat daripada di bawah praktik saat ini dan memberi pembuat kebijakan dan staf lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan masalah kebijakan moneter strategis," bunyi risalah tersebut.

Meskipun diusulkan, belum ada keputusan resmi yang diambil terkait perubahan jadwal rapat tahunan tersebut.

"Ketua meminta masukan dari Komite mengenai masalah ini, tetapi tidak ada keputusan mengenai kemungkinan perubahan jadwal rapat yang dibuat, dan Ketua mengindikasikan bahwa setiap perubahan dalam praktik tidak akan memengaruhi jadwal selama sisa tahun 2026," lanjut isi dokumen tersebut.

Sembilan anggota FOMC memilih untuk mempertahankan suku bunga, sementara Michelle Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan mengajukan penolakan demi kenaikan 25 basis poin. Usai rilis risalah pada pukul 14.00 ET, harga emas spot tercatat menguat 3,24 persen ke level 4.474,88 dolar AS per ons.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed