Fadli Zon Soroti Minimnya Buku Sejarah Indonesia yang Utuh
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti keterbatasan pencatatan sejarah Indonesia yang belum mendalam jika dibandingkan dengan kelengkapan dokumentasi milik Belanda, saat menghadiri Simposium Nasional Guru Besar Humaniora di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Fadli mencontohkan narasi mengenai Kerajaan Majapahit yang ada saat ini belum memiliki literatur komprehensif untuk menjelaskan perjalanan sejarahnya secara menyeluruh.
"Misalnya Majapahit. Tidak ada buku yang representatif tentang Majapahit. Masa buku Majapahit tipis-tipis ceritanya," gurau Fadli Zon.
Ia menekankan bahwa sejarawan Belanda mampu memproduksi kajian sejarah secara mendetail meski di tengah keterbatasan teknologi masa lalu.
"Masa kita kalah sama Ilmuwan-ilmuwan Belanda itu. Ya memang mereka hebat-hebat, dengan keterbatasan teknologi ketika itu, mereka sudah membuat buku seperti itu. Sementara kita bukunya masih ya kecil-kecil," ungkap Fadli Zon.
Penyusunan catatan sejarah nasional yang utuh memerlukan keterlibatan aktif para ahli serta akademisi dari pelbagai bidang, mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik.
"Ini yang kita harapkan ke depan kita mempunyai itu sebagai referensi," tegas Fadli Zon.
Selain penulisan sejarah, pengkajian terhadap bangunan peninggalan masa lalu seperti candi dan cagar budaya lain juga membutuhkan kolaborasi silang sektor dengan bidang perfilm-an, museum, sastra, hingga seni pertunjukan.
"Begitu juga dengan cagar-cagar budaya. Bangunan-bangunan candi yang tadi saya contohkan, ini tantangan tersendiri," ujar Fadli Zon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow