Enam Daerah Jawa Timur Dibentuk KEK Pawitandirogo
Pemerintah menyiapkan enam daerah di Jawa Timur untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dengan spesialisasi berbeda di bidang pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif. Rencana itu dibahas dalam Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 di Madiun pada Jumat 21/8, dihadiri pemerintah pusat hingga komunitas kreatif, dilansir dari Detik Finance.
Enam daerah tersebut adalah Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Ponorogo. Konsep pengembangannya disusun dengan pembagian peran agar enam wilayah terhubung dalam satu rantai ekonomi, bukan kawasan industri yang seragam.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut karakter geografis Selingkar Wilis dan Lereng Lawu membuat manufaktur berat bukan pilihan utama. Ia menilai pariwisata, agroforestri, dan ekonomi kreatif sebagai jalur untuk mengungkit potensi ekonomi.
"Kawasan Selingkar Wilis dan Lereng Lawu tidak cocok digunakan untuk industri besar maupun persawahan sekalipun karena konturnya pegunungan. Pariwisata, Agroforestri, dan Ekraf yang bisa mengungkit potensi ekonomi," ujar Emil dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).
Emil menyampaikan bahwa ketepatan penggunaan sektor mengikuti kondisi kontur pegunungan. Pembagian itu kemudian dijabarkan lewat peran masing-masing daerah dalam ekosistem Pawitandirogo.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah siap mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui pendanaan, pasar, dan kekayaan intelektual. Ia menekankan aktivasi Desa Kreatif dan Creative Hub untuk memperkuat ekosistem di wilayah Pawitandirogo.
"Pawitandirogo ini mempunyai potensi ekraf yang luar biasa, terutama kekayaan budaya sebagai hulu industri. Kemenekraf siap memfasilitasi akses pendanaan, pasar, dan kekayaan intelektual melalui aktivasi Desa Kreatif dan Creative Hub," ujarnya.
Rencana peran tiap wilayah meliputi Ngawi sebagai Northern Gateway dengan fokus agrobisnis, logistik, dan industri pengolahan. Magetan diproyeksikan menjadi Specialty Production yang ditopang pariwisata dan hortikultura.
Kota dan Kabupaten Madiun diarahkan sebagai Industrial & Service Core sekaligus pusat perdagangan, logistik, dan talenta. Ponorogo dikembangkan sebagai basis Agro & Production dengan fokus pariwisata budaya, pertanian, dan industri kreatif, sementara Pacitan mengambil peran Southern Value-Addition lewat pariwisata bahari, perikanan, dan logistik jalur selatan.
Untuk menghubungkan kawasan, pemerintah mendorong percepatan reaktivasi jalur kereta api Madiun-Slahung, Ponorogo agar konektivitas meningkat dan biaya logistik menurun, dilansir dari Detik Finance. Deputi Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal mengatakan anggaran reaktivasi jalur tersebut sudah disiapkan.
"Anggaran untuk reaktivasi jalur ini sudah disiapkan, semoga tidak lama lagi bisa segera dijalankan," kata Nazib.
Pengembangan kawasan juga menghadapi tantangan keterbatasan anggaran daerah. Direktur Pembiayaan dan Perekonomian Daerah Kemenkeu Adriyanto mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah serta memanfaatkan skema pembiayaan daerah, dilansir dari Detik Finance.
Kabupaten Madiun menjadi contoh penerapan KPBU melalui proyek Alat Penerangan Jalan (APJ) dengan nilai investasi Rp 113,5 miliar. Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut proyek itu mencakup 7.459 titik selama masa konsesi 10 tahun 9 bulan.
"Kami telah mengimplementasikan KPBU Alat Penerangan Jalan (APJ) dengan total nilai investasi Rp113,5 miliar untuk 7.459 titik selama masa konsesi 10 tahun 9 bulan. Ini bukti bahwa keterbatasan fiskal bukan halangan jika kita kreatif," ujar Hari.
Himpunan Kawasan Industri menargetkan penyusunan Pawitandirogo Investment Readiness Blueprint dalam 90 hari pertama. Blueprint tersebut memuat pemetaan rantai pasok, penyiapan lahan, integrasi tata ruang, dan pengurusan perizinan AMDAL untuk menjadi pijakan menarik investasi dan memperkuat integrasi enam daerah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow