Eduardo Perez Sebut Luis Milla Rindu Indonesia dan Peluang Timnas ke Piala Dunia 2030
Eduardo Perez, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, menyampaikan bahwa Luis Milla saat ini berada di Spanyol namun masih merindukan Indonesia dan berpotensi kembali melatih di Tanah Air.
Perez juga optimistis perkembangan sepak bola Indonesia dalam delapan tahun terakhir sangat pesat, sehingga peluang Timnas Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2030 cukup besar, menurutnya.
Eduardo Perez memiliki pengalaman mendampingi Luis Milla menangani Timnas Indonesia pada 2017-2018 dan juga berkarier sebagai pelatih di klub-klub besar Liga 1 Indonesia seperti Persija Jakarta, PSS Sleman, dan Persebaya Surabaya.
<"Luis Milla adalah seorang profesional yang luar biasa. Dia orang yang memberi saya kesempatan untuk datang ke sini, mengenal negara ini, dan bekerja di sini," ujar Eduardo Perez.
Meski kini menikmati kehidupan di Spanyol, Perez menegaskan bahwa Milla tetap menyimpan ikatan emosional kuat dengan Indonesia.
<"Dia sangat bahagia di Spanyol, tetapi juga sangat merindukan Indonesia karena dia mencintai Indonesia," kata Eduardo Perez.
Perez mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Luis Milla akan kembali melatih di Indonesia dan akan menanyakannya langsung kepada Milla.
<"Saya akan bertanya kepadanya besok," ucap Eduardo Perez.
Eduardo menilai keputusan untuk kembali ke sepak bola Indonesia sepenuhnya berada di tangan Luis Milla.
<"Jadi, saya tidak tahu apakah dia akan kembali bekerja di sini atau tidak. Menurut saya, itu pertanyaan untuknya, bukan untuk saya," ujarnya.
Eduardo juga membandingkan kondisi sepak bola Indonesia saat dirinya dan Milla bertugas pasca-sanksi FIFA 2015 dengan kondisi saat ini di bawah pelatih John Herdman.
<"Berbeda, sangat berbeda. Itu sudah lama sekali. Saya pikir sekitar delapan tahun lalu. Pada saat itu, seperti yang kita ingat, Indonesia baru saja keluar dari hukuman FIFA," kata Eduardo Perez.
<"Saat itu, tim senior tidak bisa bertanding. Kami memulai dari tim U-23. Saya sangat senang ketika melihat banyak pemain dari generasi tersebut sekarang bermain di level teratas di Super League," jelasnya.
Eduardo menyebut pondasi pemain dari generasi U-23 2017-2018 menjadi tulang punggung kompetisi domestik dan dasar kemajuan Timnas Indonesia saat ini.
<"Dalam delapan tahun, saya pikir perkembangan sepak bola di Indonesia sangat besar dan tentu saja kita perlu terus mendorong bersama-sama agar sepak bola Indonesia terus berkembang dan, mudah-mudahan, kita akan tampil di Piala Dunia berikutnya," ujar Eduardo Perez.
Nama Luis Milla sendiri sempat dikaitkan dengan sejumlah klub Indonesia menjelang kompetisi Super League 2026/2027, termasuk Persib Bandung dan Dewa United, namun belum ada kepastian kepulangannya.
Pengalaman Milla dalam sepak bola Indonesia menjadi modal penting jika kembali melatih di Tanah Air.
<"Namun, yang bisa saya katakan adalah ini hal yang luar biasa, karena dia adalah sosok kelas atas," tutup Eduardo Perez.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow