Kemenkopor Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Musi Banyuasin
Kementerian Koperasi mendorong penguatan hilirisasi sawit berbasis koperasi agar nilai tambah dinikmati petani. Seminar nasional di Musi Banyuasin dihadiri sekitar 1.000 peserta membahas skema pembiayaan LPDB Koperasi bagi koperasi menuju industri pengolahan sawit.
Dalam seminar bertajuk Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, Ferry Juliantono menyampaikan dukungan pemerintah pada skema kerja sama petani sawit rakyat dan PT Agrinas Palma Nusantara. Ferry menyebut penguatan peran koperasi diperlukan untuk mengimbangi dominasi sektor swasta dalam industri sawit nasional.
Seminar tersebut berlangsung di Gedung OPP Room Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada Selasa (11/8), dilaporkan Detik Finance.
Ferry Juliantono mengatakan pemerintah akan membantu, mendampingi, serta membiayai koperasi petani sawit yang mengelola lahan bersama Agrinas Palma.
"Kami Kementerian Koperasi bersama dengan LPDB Koperasi akan membantu, mendampingi, dan tentunya membiayai koperasi petani sawit yang mengelola lahan bersama Agrinas Palma. Kami ingin koperasi menjadi bagian penting dari rantai industri sawit nasional, mulai dari produksi hingga hilirisasi," ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Pemerintah juga mendorong koperasi mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit secara mandiri melalui skema pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menyatakan kolaborasi koperasi petani sawit dan PT Agrinas Palma Nusantara dibutuhkan, terutama pada pengelolaan kebun dan pengembangan hilirisasi.
Mohammad Abdul Ghani menegaskan koperasi harus menjadi mitra strategis utama dalam pengelolaan industri sawit agar nilai tambah dirasakan langsung oleh petani.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan LPDB Koperasi siap menjadi mitra pembiayaan bagi koperasi produktif untuk membangun kapasitas industri, memperkuat kelembagaan, dan masuk sektor hilirisasi. Menurut Krisdianto, petani perlu naik kelas menjadi pelaku industri melalui koperasi agar fasilitas pengolahan dan posisi tawar petani meningkat.
"Apa yang disampaikan Bapak Menteri Koperasi dan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara sejalan dengan arah transformasi pembiayaan sektor riil yang sedang didorong LPDB Koperasi. Petani tidak boleh berhenti sebagai pemasok tandan buah segar, tetapi harus naik kelas menjadi pelaku industri melalui koperasi. Di sinilah pembiayaan dana bergulir hadir sebagai instrumen untuk memperkuat kelembagaan, membangun fasilitas pengolahan, dan meningkatkan posisi tawar petani," kata Krisdianto.
Krisdianto menambahkan LPDB Koperasi memberi pendampingan, penguatan tata kelola, dan peningkatan kapasitas agar pembiayaan produktif serta berkelanjutan.
"Kami ingin koperasi menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan mampu mengelola rantai nilai dari hulu hingga hilir. Ketika koperasi memiliki pabrik pengolahan, akses pasar, dan manajemen yang baik, maka manfaat ekonomi akan kembali kepada anggota koperasi, yaitu para petani. Itulah esensi ekonomi kerakyatan yang diamanatkan konstitusi," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow