LPDB Koperasi Salurkan Rp 22,13 Triliun Dukung Koperasi di 36 Provinsi

Smallest Font
Largest Font

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatat penyaluran dana bergulir sebesar Rp 22,13 triliun kepada 3.909 mitra koperasi di 36 provinsi selama dua dekade perjalanan lembaga ini, dilansir dari Detik Finance.

Penyaluran dana bergulir ini bertujuan memperluas akses pembiayaan produktif, memperkuat kapasitas usaha koperasi, dan mendorong peran koperasi dalam penggerakan ekonomi masyarakat.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyampaikan bahwa dana bergulir bukan hanya soal jumlah, tetapi dampak ekonomi yang dihasilkan bagi koperasi dan masyarakat.

"Dana bergulir adalah instrumen untuk menggerakkan koperasi agar naik kelas. Ketika koperasi berkembang, anggota berkembang. Ketika anggota berkembang, ekonomi lokal bergerak," ujar Krisdianto dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp 1,15 triliun atau 54,80% dari target tahunan Rp 2,1 triliun, mengalami pertumbuhan 44,45% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Krisdianto menegaskan fokus LPDB bukan hanya kuantitas penyaluran, tetapi juga kualitas pembiayaan yang diarahkan 85 persen ke koperasi sektor riil dan usaha produktif.

Menurutnya, pembiayaan dengan fokus sektor produksi penting untuk menciptakan efek berganda seperti peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, dan nilai tambah komoditas.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi kontribusi LPDB Koperasi selama 20 tahun dalam memperluas akses pembiayaan koperasi di seluruh Indonesia.

"Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan LPDB, Dewan Pengawas, Direksi, dan pegawai atas dedikasi selama dua dekade. Capaian ini hasil kehati-hatian mengelola dana bergulir dan komitmen tata kelola yang baik," ujar Ferry.

Ferry menekankan semangat 'Melangkah Lebih Jauh' untuk pembenahan proses bisnis, penguatan digitalisasi layanan, dan perluasan jangkauan pembiayaan koperasi.

Ia juga meminta LPDB memperkuat peran dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen pembiayaan bergulir bagi koperasi desa dan kelurahan.

"Pembiayaan harus fokus pada sektor produksi untuk menciptakan efek pengganda yang menggerakkan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian berkelanjutan," ujar Ferry.

Menteri Koperasi mengingatkan agar ekspansi pembiayaan tetap diikuti penguatan mitigasi risiko dan prinsip kehati-hatian, memastikan dana bergulir memberikan manfaat dan menggerakkan roda ekonomi koperasi.

Sejalan dengan itu, Krisdianto menyatakan momentum 20 tahun menjadi titik penting memperkuat transformasi kelembagaan LPDB dan mendorong koperasi naik kelas melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"20 tahun bukan garis akhir. Setelah dua dekade, tanggung jawab semakin besar agar LPDB menjadi lembaga pembiayaan profesional dan adaptif yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian," ujar Krisdianto.

Ia menegaskan koperasi harus berkembang menjadi agregator produksi, memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan masuk rantai nilai ekonomi nasional.

"Melalui semangat Melangkah Lebih Jauh, kami ingin membawa koperasi Indonesia menjadi semakin produktif, profesional, inovatif, dan berdaya saing," tambahnya.

Peringatan HUT ke-20 LPDB Koperasi diwarnai berbagai kegiatan seperti festival olahraga, kegiatan sosial, dan apresiasi pegawai untuk memperkuat kebersamaan dan semangat transformasi insan LPDB.

LPDB Koperasi menegaskan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis penguatan koperasi melalui pembiayaan produktif, tata kelola baik, transformasi digital, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed