Ditjen Gatrik Perkuat Sinergi dengan Bangsang dan LIT-TR untuk BPBL 2026

Smallest Font
Largest Font

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Pembangunan dan Pemasangan (Bangsang) serta Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (LIT-TR) dalam pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2026.

Program ini bertujuan memberikan akses listrik yang andal dan aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia, dengan target menjangkau 225.000 rumah tangga. Pelaksanaan BPBL melibatkan berbagai pihak yang harus menerapkan standar teknis, administratif, dan keselamatan ketenagalistrikan secara ketat.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Andriah Feby Misna, menegaskan pentingnya sinergi dan kesamaan pemahaman antara Ditjen Gatrik, Bangsang, dan LIT-TR agar program berjalan efektif dan tidak terjadi perbedaan target atau standar.

"Tidak hanya material yang mengikuti standar, tetapi badan usaha juga harus memenuhi standar. Kita ingin tidak ada perbedaan pemahaman dan tidak ada target yang terputus," ujar Feby pada kegiatan sosialisasi BPBL di Jakarta.

Feby menjelaskan bahwa keterlibatan Bangsang dan LIT-TR menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan BPBL, mulai dari sisi teknis hingga keselamatan ketenagalistrikan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Eri Nurcahyanto, menekankan penggunaan material sesuai spesifikasi dan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan petunjuk teknis agar instalasi listrik berkualitas dan aman digunakan dalam jangka panjang.

"Agar lifetime pemasangan listrik untuk masyarakat bisa lebih lama, barangnya harus pakai yang paling bagus. Yang paling penting adalah keselamatan," tegas Eri.

Bangsang bertanggung jawab memastikan pembangunan dan pemasangan instalasi menggunakan komponen sesuai standar teknis. LIT-TR melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi serta mendukung proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Ditjen Ketenagalistrikan juga menjalankan fungsi monitoring, pembinaan, pengawasan, dan evaluasi untuk memastikan program BPBL berjalan sesuai kebijakan dan ketentuan.

Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi, sosialisasi pelaksanaan BPBL 2026 juga diisi dengan pendalaman regulasi teknis, administrasi ketenagalistrikan, dan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya.

Selain itu, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang menggelar sosialisasi serupa dengan pengawasan ketat terhadap kualitas material dan instalasi demi keselamatan penerima bantuan listrik.

Manager PLN UP3 Kupang, Nikolas Denis Adrian, menyatakan, "Sosialisasi ini sangat krusial untuk memperkuat koordinasi antara PLN, Kementerian ESDM, mitra pelaksana, dan seluruh pihak terkait. Melalui koordinasi yang solid, pelaksanaan BPBL dapat berjalan sesuai regulasi serta menghadirkan manfaat nyata dan aman bagi masyarakat penerima bantuan."

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menambahkan bahwa program BPBL menjadi wujud kepedulian pemerintah dan PLN dalam membawa listrik ke daerah-daerah terpencil dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan.

"Program BPBL adalah wujud nyata kepedulian pemerintah bersama PLN untuk membawa terang hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur. Dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional, kami berkomitmen menempatkan kualitas dan standar keselamatan instalasi sebagai prioritas utama," ujar F. Eko Sulistyono.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed