Lima Desainer PINTU Incubator Unjuk Karya di BRI JF3 2026

Smallest Font
Largest Font

Ajang pekan mode BRI JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, menampilkan karya lima desainer dan brand fashion lulusan program PINTU Incubator 2026 pada 23 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Para perancang yang unjuk gigi dalam pergelaran busana kontemporer tersebut meliputi Aldrie, Andrean NR, Dacia, serta dua merek fashion Saul Studio dan Toja House.

Eksplorasi desain yang dibawakan sangat beragam, mulai dari isu daur ulang hingga adaptasi budaya lokal. Aldrie mengusung tema Roach Me, Roach Me Not yang mengolah limbah plastik serta sisa kain menjadi busana pria berkonsep kontemporer.

"Koleksi saya menantang busana pria konvensional melalui jaket yang sedikit lebih pendek, pakaian luar yang dipersingkat, garis pinggang yang lebih tinggi, serta potongan yang berukuran besar," kata Aldrie.

Perancang Andrean NR menampilkan 6 tampilan busana genderless bernuansa streetwear lewat tema Di Tengah Perjalanan. Sementara itu, Daciadhia Phoebehana meluncurkan koleksi ORIGO S/S27 yang terinspirasi lanskap Pulau Bangka dan Kain Cual.

"Koleksi ini menafsirkan kembali berbagai elemen tersebut melalui streetwear kontemporer yang merupakan bahasa desain khas Phoebe, dengan menghadirkan siluet modern yang berani, ekspresif, serbaguna, dan relevan untuk dikenakan dalam kehidupan sehari-hari," kata Dacia.

Koleksi komersial Dacia dijadwalkan tersedia di LAKON Store pada akhir 2026 atau awal 2027. Selain itu, Toja House menghadirkan kerajinan tangan khas Sulawesi Barat dalam koleksi DVARA, dan Saul Studio mengusung tema The Next Chapter.

"Ini adalah tentang keberanian melangkah menuju mimpi yang lebih besar, dan percaya bahwa setiap akhir selalu membawa awal yang baru. Karena setiap perempuan, seperti setiap brand, selalu memiliki bab berikutnya untuk ditulis," kata Saul.

Program PINTU Incubator merupakan kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Institut français d’Indonésie (IFI) yang berjalan sejak 2022. Pada edisi 2026, sebanyak 39 pendaftar tersaring menjadi 10 peserta inkubasi sebelum akhirnya terpilih lima peserta terbaik untuk tampil di panggung JF3.

Co-Initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta, menyampaikan pentingnya proses pembinaan dalam ruang inkubasi tersebut.

"Kami percaya bahwa talenta tidak selalu tumbuh karena diberi lebih banyak jawaban. Sering kali, mereka justru berkembang ketika dipertemukan dengan pengalaman, sudut pandang, dan pertanyaan yang tepat. PINTU kami bangun sebagai ruang untuk menjalani proses itu—mengenali kekuatan, melihat kembali apa yang belum bekerja, dan memahami ke mana sebuah karya ingin dibawa. Karena pada akhirnya, yang kami harapkan bukan hanya lahirnya koleksi yang baik, tetapi pelaku mode yang mampu terus bertumbuh dan menentukan langkahnya sendiri," ujar Thresia Mareta.

Dukungan berkelanjutan terhadap perkembangan talenta muda juga ditegaskan oleh pimpinan penyelenggara acara.

"Sejak awal, JF3 tidak hanya ingin menyediakan panggung, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertumbuhan para pelaku industri. Melalui PINTU, kami membangun ruang yang mempertemukan talenta dengan pengetahuan, mentor, jejaring, pengalaman profesional, dan peluang kolaborasi. Kami percaya bahwa ekosistem yang kuat harus mampu mendampingi mereka untuk terus berkembang dalam jangka panjang," ujar Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival sekaligus Co-Initiator PINTU Incubator.

Selama kurun waktu 2026, program PINTU Incubator menyelenggarakan 39 sesi pelatihan yang mencakup strategi bisnis hingga ekspor-impor bersama 18 mentor dari Indonesia dan Prancis.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed