Danantara Asset Management Ambil Alih Empat Manajer Investasi BUMN

Smallest Font
Largest Font

PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih kendali atas empat perusahaan manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan melebihi Rp170 triliun setelah penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham pada Rabu, 22 Juli 2026.

Aksi pengambilalihan tersebut mencakup PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM). Keempat entitas BUMN ini tercatat membukukan nilai Asset Under Management (AUM) gabungan sebesar Rp170 triliun lebih hingga Juni 2026.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa langkah korporasi ini bukan sekadar transaksi saham biasa, melainkan strategi konsolidasi industri.

"Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun," katanya dalam keterangan resmi pada Kamis, 23 Huli 2026.

Proses integrasi keempat entitas tersebut bakal direalisasikan dalam kurun waktu satu bulan mendatang untuk membentuk satu perusahaan manajemen aset tunggal.

"Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia," tambah Dony.

Entitas gabungan ini dirancang mengusung model bisnis terintegrasi guna menyasar pasar ritel melalui pengembangan produk tematik dan jaringan bank Himbara, seiring jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang menembus 20 juta investor. Di segmen institusi, perusahaan akan memperluas basis investor lembaga domestik.

Direktur Utama MMI, Hardiyanto Pilia, menyatakan keyakinannya terhadap potensi perseroan pascakonsolidasi.

"Kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global," ungkapnya.

Optimisme senada disampaikan oleh pimpinan BUMN manajemen investasi lainnya. BRI MI mencatatkan AUM sebesar Rp52,61 triliun per Juni 2026 dengan fokus penetrasi pasar ritel, sementara BNI AM menyumbang AUM sebesar Rp29,59 triliun dengan porsi bisnis ritel dan institusi yang seimbang.

Direktur Utama BNI AM, Ari Adil, menilai penggabungan ini akan mengoptimalkan skala usaha secara berkelanjutan.

"Kami optimistis penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif," tuturnya.

Melengkapi sinergi tersebut, PNM IM membawa pengalaman pengelolaan investasi inklusif dengan nilai AUM mencapai Rp10,31 triliun.

Direktur Utama PNM IM, Ade Santoso Djajanegara, menekankan pentingnya kerja sama ini bagi jangkauan layanan masyarakat.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," jelasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed