Cesc Fabregas Bertahan di Como dan Puji Kualitas Nico Paz
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menegaskan komitmen penuhnya untuk bertahan di klub milik pengusaha Indonesia tersebut setelah menolak tawaran dari sejuta klub raksasa Italia, sembari memuji perkembangan pesat gelandangnya, Nico Paz. Fabregas berhasil membawa Como finis di peringkat keempat Serie A musim 2025-2026 dan mengamankan tiket ke Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub. Keberhasilan tersebut membuat nama sang pelatih muda diminati oleh Inter Milan, Napoli, dan AS Roma. Kendati demikian, juru taktik asal Spanyol yang dikontrak hingga empat tahun sejak musim panas 2024 itu memilih tidak goyah dan tetap melatih skuad I Lariani.
"Ketika saya mengambil keputusan, saya tidak akan mengubahnya, jadi saya memang tidak pernah berniat meninggalkan Como," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Mantan pemain Barcelona itu menegaskan bahwa ia telah menyampaikan keputusan finalnya secara langsung kepada manajemen klub. "Saya sudah sangat jelas kepada presiden saya; saya mendengarkan pendapat orang lain sebagai bentuk penghormatan," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Fabregas menambahkan bahwa hal tersebut memberinya ruang untuk bertukar pikiran tanpa menggoyahkan komitmen utamanya. "Hal itu karena juga memungkinkan saya untuk menjelaskan alasan-alasan saya," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Komitmen Fabregas berjalan beriringan dengan performa impresif Nico Paz yang menyabet penghargaan Gelandang Terbaik Liga Italia Musim Ini setelah mencetak 12 gol dari 35 laga. Como pun resmi menebus permanen Paz dari Real Madrid senilai 60 juta euro pada musim 2026-2027. "Nico Paz memiliki segalanya, baik fisik maupun kualitas," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907. Guna menjaga mentalitas sang pemain, Fabregas terus memantau motivasi dan fokus Paz di dalam maupun di luar lapangan.
"Saat saya berbicara dengannya, saya berusaha memahami seberapa besar keinginannya untuk mencapai puncak," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Ia juga menegaskan tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas jika sang gelandang muda kehilangan fokusnya. "Jika saya menoleh kepadanya dan dia malah menoleh ke arah lain, itulah saatnya untuk melepaskan nya," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907. Fabregas memuji kematangan bermain yang ditunjukkan oleh pemuda berusia 21 tahun tersebut.
"Nico memiliki keberanian, visi, dan ambisi yang luar biasa," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Pengalaman bertanding Paz di level tertinggi dinilai melampaui usianya yang masih sangat muda. "Dia berusia 21 tahun, tapi rasanya seolah-olah dia sudah bermain selama satu dekade," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Proses pembinaan pemain muda menurutnya membutuhkan dorongan konsisten agar potensi mereka tereksplorasi secara maksimal. "Seperti halnya semua pemain muda, Anda harus terus mendorongnya, untuk membantu mengembangkan dirinya sebagai pribadi sekaligus sebagai pemain," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Pendekatan tersebut diyakininya dapat membentuk Paz menjadi pemain kelas dunia yang siap tampil di klub-klub terbesar Eropa. "Begitulah cara Anda menciptakan pemain yang bisa beradaptasi di Juventus, Inter, atau Real Madrid," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907. Mengenai perbandingan antara Nico Paz dan legenda AC Milan Ricardo Kaka, Fabregas menilai ada perbedaan gaya bermain di antara keduanya.
"Kaka sedikit lebih eksplosif. Dia memiliki dorongan ke depan yang, seperti Andres Iniesta, tak terbendung," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Ia menceritakan betapa sulitnya menghentikan pergerakan Kaka ketika sang legenda mulai melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan. "Begitu dia mulai bergerak, Anda tak bisa menghentikannya," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907. Di sisi lain, Fabregas melihat karakter fisik dan posisi Nico Paz berbeda dari profil permainan Kaka.
"Nico sedikit lebih kuat secara fisik, lebih mengutamakan posisi, dan lebih statis, tetapi dia tahu cara menggunakan tubuhnya dengan cara yang berbeda dari yang lain," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Kelebihan Paz dinilai terletak pada kecerdasan taktik serta naluri mencetak gol yang kian terasah. "Dia memiliki tekad untuk mencetak gol, umpan akhir yang hebat, dan mulai memahami permainan dengan jauh lebih baik," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Fabregas menutup pandangannya dengan memberikan pujian singkat atas talenta yang dimiliki anak asuhnya itu. "Dia adalah seorang bertalenta," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow