CEO Grab Investor Asing Masih Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia
Investor asing dinilai masih memiliki tingkat kepercayaan yang kuat terhadap Indonesia berkat fundamental ekonomi yang solid serta potensi pengembangan bisnis berbasis teknologi. Kepastian hukum dan konsistensi regulasi menjadi faktor krusial agar peluang investasi tersebut dapat terealisasi secara maksimal, dilansir dari Investor Daily.
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan keyakinan tersebut berdasarkan hasil pembicaraannya secara langsung dengan para investor luar negeri. Indonesia hingga kini masih dipandang sebagai negara tujuan investasi yang memiliki prospek sangat menjanjikan.
"Saya banyak berbicara dengan teman-teman investor di luar. Mereka masih sangat percaya pada Indonesia. Mereka mengatakan fundamental Indonesia masih bagus," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Sektor teknologi nasional mencatatkan ruang pertumbuhan yang luas seiring dengan pesatnya inovasi yang membuka berbagai peluang bisnis baru. Besarnya potensi pasar ini harus diimbangi oleh iklim investasi yang kondusif, mengingat industri teknologi sangat bergantung pada masuknya modal asing.
"Kalau kami di dunia teknologi, saya melihat peluang memang besar sekali. Apalagi dengan adanya teknologi. Tidak ada yang tidak mungkin," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Faktor kepastian hukum menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan tingkat kepercayaan investor jangka panjang. Pemerintah diharapkan mampu menerbitkan serta mempertahankan regulasi yang memberikan jaminan kepastian bagi para penanam modal.
"Yang mungkin perlu diperhatikan adalah, kembali lagi, kepastian hukum tersebut," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Optimisme terhadap besarnya potensi investasi di tanah air dinilai sebagai kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar pandangan subjektif semata.
"Jadi, peluangnya masih banyak. Bukan saya di sini hanya untuk menyenangkan semua orang yang hadir, tetapi ini nyata," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dalam menarik investasi teknologi. Keberadaan infrastruktur pusat data (data center) yang berkembang pesat serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menjadi modal utama bangsa.
"Sebenarnya—bukan karena saya sangat nasionalis—saya percaya Indonesia tidak kalah dengan Malaysia," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Infrastruktur pusat data berkapasitas besar di Indonesia saat ini sudah mampu dibangun dengan proses yang cepat dan efisien. Keberadaan fasilitas fisik tersebut menjadi fondasi utama dalam menopang ekosistem digital nasional.
"Luar biasa. Jadi, ada. Bukan tidak ada. Yang penting itu dulu, pusat datanya harus ada dulu," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Selain infrastruktur, pasokan talenta teknologi asal Indonesia juga terbukti memiliki kompetensi tinggi hingga mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional. Keberadaan pusat teknologi Grab di Jakarta serta banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kian memperkuat ekosistem digital dalam negeri.
"Jadi, kita punya banyak orang di Indonesia," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
Dukungan infrastruktur modern, potensi pasar yang besar, serta melimpahnya tenaga ahli lokal menempatkan Indonesia pada posisi yang setara dalam peta persaingan investasi regional.
"Jadi, tidak kalah dengan Malaysia," kata Neneng, CEO Grab Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow