Cak Imin Gandeng Baznas Perkuat Ekonomi Umat Lewat Pesantren
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar meresmikan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui jaringan pesantren di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu (9/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Langkah penanganan kemiskinan tersebut diluncurkan secara langsung di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum lewat tiga program utama, yaitu Zmart Pesantren, Baznas Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur.
Pemerintah menilai pendekatan pengentasan kemiskinan harus bergeser dari sekadar bantuan sosial dasar menuju program pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga.
Keterlibatan Baznas sebagai mitra strategis dinilai menjadi elemen vital dalam membangun ekosistem ekonomi produktif berbasis Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat akar rumput.
"Alhamdulillah, Baznas sudah menjadi pelaku dari pemberdayaan masyarakat. Baznas bukan hanya mengatasi kemiskinan secara karitatif, tetapi juga membangun dan menumbuhkembangkan ekosistem, itu luar biasa," kata Muhaimin dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Skema pengentasan kemiskinan nasional membutuhkan integrasi antara dana zakat produktif dan potensi kelembagaan lokal agar dampak kesejahteraan dapat dinikmati masyarakat luas secara merata.
"Ada yang paling dasar, yakni karitatif, ada yang paling tinggi adalah pemberdayaan. Nah, di situlah apresiasi kepada Baznas yang juga telah terus tumbuh menjadi kekuatan partner pemerintah," kata Muhaimin.
Sektor pendidikan Islam seperti pesantren dianggap memiliki rekam jejak sosial yang kuat dan ekosistem yang mandiri untuk menggerakkan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.
"Pesantren itu menjadi pilihan dari upaya kita mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Karena dari zaman ke zaman pesantren itu memiliki ekosistem yang kuat, kokoh, dan kredibel," kata Muhaimin.
Perubahan pola kerja lembaga pemerintah dan mitra terkait dipandang perlu guna menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks serta menyesuaikan dengan orientasi pembangunan presiden.
"Ini semua tidak lain karena kita ingin melanjutkan orientasi baru presiden agar kemajuan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kalangan atas tetapi dinikmati juga bareng bersama-sama. Semua hari ini tidak ada jalan lain kecuali merombak pola kerja karena tantangannya begitu kompleks," kata Muhaimin.
Pelaksanaan program terpadu di Jawa Timur ini diharapkan dapat menopang kemandirian finansial masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro santri dan masjid.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow