Bursa Saham RI Dibayangi Rebalancing MSCI dan Sentimen Kebijakan The Fed
Pasar keuangan Indonesia diprediksi menghadapi tekanan dan fluktuasi pada sepekan ke depan setelah Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah ke level 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026). Pergerakan pasar dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio akibat rebalancing indeks MSCI serta sinyal kebijakan moneternya yang hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat.
Pada perdagangan terakhir pekan lalu, IHSG terkoreksi 0,06 persen atau turun 3,63 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp15,1 triliun. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp482,2 miliar di pasar reguler, meski secara mingguan masih membukukan beli bersih senilai Rp2,42 triliun. Berbeda dengan pasar saham, nilai tukar rupiah menguat 0,17 persen ke level Rp17.685 per dolar AS, sementara imbal hasil SBN tenor 10 tahun melandai ke posisi 6,96 persen.
Sentimen utama pasar saham domestik tertuju pada pelaksanaan rebalancing indeks MSCI efektif per 1 September 2026. Dalam penyesuaian ini, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Selain itu, sembilan emiten terdepak dari kategori Small Cap Index, yaitu ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan total dana keluar pasif bersih mencapai 753 juta dolar AS atau sekitar Rp13,37 triliun. Tekanan terbesar diperkirakan berasal dari saham GOTO dengan estimasi outflow Rp7,22 triliun, serta saham CPIN sebesar Rp2,25 triliun setelah memperhitungkan kepindahannya ke kategori Small Cap. Namun, Kiwoom Sekuritas menilai aksi jual puncak akan terjadi menjelang penutupan perdagangan 31 Agustus 2026, sementara saham seperti BBCA dan BBRI berpotensi mendapat inflow tambahan.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji menilai dampak dari penyesuaian indeks global tersebut sebenarnya sudah mulai diantisipasi oleh para pelaku pasar.
"Meskipun demikian, dampak pengumuman ini dinilai sudah sebagian besar diantisipasi pasar (priced-in) sejak Agustus, mengingat MSCI tidak memberikan kejutan negatif tambahan serta telah membekukan penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) bagi saham Indonesia sejak awal Juli," ujar Nafan.
Selain faktor domestik, pasar finansial global turut tertekan oleh pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming. Warsh mengindikasikan bahwa data inflasi musim panas belum menunjukkan perbaikan mendasar yang signifikan menuju target bank sentral.
"Kita harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami dengan jelas dan dalam kecepatan yang memadai. Jika tidak, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Warsh, dikutip dari CNBC International.
Pernyataan tersebut mendorong lonjakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi 57,5 persen berdasarkan FedWatch Tool CME Group. Managing Director REX Financial Bill Birmingham menilai respons pasar menunjukkan adanya potensi pengetatan kebijakan moneter kembali.
"Pidato Warsh memberikan pesan yang sangat kuat kepada pasar sekaligus menunjukkan bahwa The Fed mungkin perlu memperketat kembali pendekatannya terhadap kebijakan moneter," ujar Birmingham.
Kondisi geopolitik juga mewarnai sentimen global setelah Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap dua peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Juru bicara CENTCOM Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins mengonfirmasi tindakan tersebut diambil untuk mencegah ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa pasukan AS hari ini menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak. Pasukan IRGC terlihat sedang mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz," kata Tim Hawkins kepada MS NOW.
Hawkins menambahkan bahwa pihak militer telah menyelesaikan pembersihan ranjau di kawasan vital tersebut guna menjaga keamanan jalur perdagangan.
"Pasukan AS terus memantau kawasan tersebut dengan ketat dan tetap siap melindungi kelancaran arus perdagangan melalui jalur perairan penting ini," ujar Hawkins.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow