IHSG Anjlok Lebih Dari 1 Persen Akibat Sentimen Rebalancing MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 1,13 persen atau turun 72,08 poin ke level 6.301,77 pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Pelemahan tajam ini terjadi menyusul pengumuman hasil perombakan indeks global MSCI.
Tekanan jual meluas di pasar modal Indonesia setelah MSCI menghapus sepuluh saham asal Indonesia dan menurunkan bobot emiten lainnya. Meskipun sempat dibuka menguat pada posisi 6.388,23 dan mencapai level tertinggi 6.390,33, IHSG terus merosot hingga menyentuh titik terendah harian di level 6.281,57.
Total nilai transaksi perdagangan di seluruh pasar mencapai Rp13,63 triliun dengan volume 28,43 miliar lembar saham. Sebanyak 452 saham mencatatkan penurunan harga, 175 saham menguat, dan 164 saham perdagangan bertahan stagnan.
Mayoritas sektor saham berakhir di zona merah. Sektor industri dasar menjadi penekan utama dengan penurunan hingga 2,93 persen, disusul sektor energi yang merosot 2,32 persen, serta sektor transportasi yang terkoreksi 1,44 persen.
Pengumuman MSCI Agustus 2026 mencatat dua emiten keluar dari MSCI Global Standard Index dan sembilan emiten terdepak dari MSCI Small Cap Index. Perubahan komposisi tersebut dijadwalkan berlaku efektif mulai 1 September 2026.
Aksi jual langsung melanda emiten yang terkena dampak keputusan tersebut. Saham ESSA anjlok 7,04 persen ke Rp660, RATU melemah 5,40 persen ke Rp4.730, dan TCPI tertekan 4,67 persen menuju level Rp3.470. Sementara itu, CPIN terkoreksi 1,90 persen karena hanya berpindah kategori dari Standard ke Small Cap Index.
Pelemahan juga merambat ke kelompok saham berkapitalisasi besar dan bertransaksi tinggi di luar daftar rebalancing MSCI. Saham CUAN merosot di kisaran 4,5 hingga 5,2 persen dengan nilai transaksi Rp925 miliar, TPIA melemah 4,17 persen, PTRO jatuh 5 persen, dan BRPT terkoreksi 4,1 persen.
Tekanan dari sektor perbankan turut memperberat pergerakan indeks. Saham BBCA melemah 1,18 persen, BBRI turun 1,28 persen, dan BMRI terkoreksi 0,48 persen pada akhir perdagangan.
Sejumlah analis pasar modal memberikan pandangan mengenai pemicu utama koreksi IHSG serta potensi pergerakannya ke depan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan IHSG pada perdagangan Kamis dipicu keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI dalam tinjauan Agustus 2026.
Phintraco Sekuritas menambahkan investor juga tengah mencermati agenda pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di DPR pada Jumat (14/8/2026) serta munculnya aksi ambil untung di pasar.
"Namun rupiah ditutup menguat 0,03% di level Rp17.870/US$ ... antara lain dipicu oleh aksi beli di pasar obligasi domestik," jelas analis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain,Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memberikan catatan terkait dinamika konstituen indeks global tersebut.
Herditya Wicaksana mengatakan, meskipun kebijakan pembekuan (freeze) dipertahankan, ada sejumlah emiten dalam konstituen MSCI yang terdepak.
Di kawasan regional Asia, pergerakan indeks bergerak bervariasi. Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 3,56 persen, sementara PCOMP Filipina mencatat penurunan terburuk sebesar 1,23 persen dan FBMKLCI Malaysia turun 0,40 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow