BTN Capai Laba Rp2,40 Triliun dengan Transformasi Bisnis dan Digitalisasi

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I 2026, tumbuh 40,8% secara tahunan, sebagai hasil transformasi bisnis dari mortgage bank menjadi bank berbasis ekosistem finansial perumahan, dilansir dari Detik Finance.

Dalam periode yang sama, BTN melaporkan aset sebesar Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun. Kualitas kredit membaik dengan NPL turun menjadi 2,99% dari sebelumnya 3,3%, dan cost of credit turun dari 2,0% menjadi 0,7%.

Transformasi BTN juga didukung oleh digitalisasi melalui aplikasi Bale by BTN yang kini digunakan oleh sekitar 4,5 juta pengguna, didukung oleh 358 ribu merchant dan 14 ribu developer, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Aplikasi tersebut mencatat volume transaksi sebesar 2,63 miliar dengan nilai Rp134 triliun.

BTN juga memperluas ekosistemnya dengan mengakuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah ini dianggap memperkuat layanan finansial BTN hingga masa pensiun nasabah.

Meski melakukan ekspansi bisnis, BTN tetap menjaga fokus pada pembiayaan perumahan nasional. Kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun, sedangkan Kredit Program Perumahan mencapai Rp4,1 triliun pada semester I 2026.

Chariman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja dan perbaikan kualitas aset.

"Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya.

Eko menambahkan bahwa BTN berani memperluas bisnis dari pembiayaan KPR menjadi layanan beyond mortgage dengan membangun ekosistem finansial yang mengikuti perjalanan hidup nasabah.

"BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup," kata Eko.

Menurut Eko, arah transformasi BTN sudah tepat dan hasilnya mulai terlihat, dengan tantangan menjaga momentum, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan ekosistem BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed