BPS Rampungkan Pendataan DTSEN Terhadap 290 Juta Individu
Badan Pusat Statistik telah merampungkan pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional terhadap 290,13 juta individu dan 95,98 juta keluarga per 10 Juli 2026. Capaian pemutakhiran data terintegrasi tersebut dilansir dari Investor Daily pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Integrasi data ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menugaskan BPS menyusun serta mengelola rujukan bersama tersebut. Basis data pendukung awal menggabungkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, dan Registrasi Sosial Ekonomi, yang disinkronkan dengan data kependudukan Ditjen Dukcapil.
Proses pemutakhiran informasi dilakukan berkala menggunakan survei, data administrasi K/L, ground check, serta mekanisme usul dan sanggah masyarakat via platform resmi Cek Bansos, SIKS-NG, dan Cek DTSEN.
"BPS bersama K/L dan pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran untuk menjaga kualitas DTSEN agar semakin mencerminkan kondisi masyarakat," ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (23/8/2026).
Perubahan data yang disampaikan masyarakat tidak serta-merta menggeser tingkatan desil, melainkan menjadi bahan penghitungan ulang sesuai prosedur baku BPS.
"Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," ujar Amalia.
Sistem ini membagi peringkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok desil, di mana desil 1 mewakili tingkat kesejahteraan paling rendah dan desil 10 paling tinggi. Penilaian ini mengukur indikator komposit mulai dari perumahan, aset, listrik, hingga pendidikan menggunakan metode Proxy Means Test.
"Oleh karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," tutur Amalia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow