BPS Laksanakan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perbarui Data Perekonomian
Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan turun langsung ke lapangan mengumpulkan data ekonomi masyarakat. Sensus ini akan berakhir pada akhir bulan ini, melibatkan sekitar 251.000 petugas di seluruh desa Indonesia, dilansir dari Detik Finance.
Program ini bertujuan menyediakan data dasar bagi seluruh kegiatan ekonomi yang meliputi 20 kategori usaha. Data yang dihasilkan akan membantu pemerintah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan strategis, serta memberikan gambaran tren perekonomian terkini.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menyajikan beberapa bentuk data, yaitu Peta Ekonomi Indonesia yang memetakan struktur ekonomi di seluruh wilayah, Analisis Sektoral berdasarkan skala usaha dan wilayah, serta insight terkait ekonomi lingkungan dan digital.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sensus ini sebagai pembaruan data ekonomi nasional yang belum dilakukan selama lebih dari 10 tahun. Ia menyatakan bahwa kualitas data BPS sangat menentukan akurasi kebijakan dan penyusunan APBN.
"Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan rebasing, atau pembaharuan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita," ujar Prabowo.
Presiden juga meminta masyarakat untuk mengisi sensus dengan jujur dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Ia meyakinkan bahwa data sensus tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi masyarakat yang dilaporkan.
"Saya minta agar saudara-saudara sekalian yang mendengarkan saya pada siang hari ini, saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya. Data yang dikumpulkan BPS dari sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan," beber Prabowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow