BMKG Memprediksi El Nino dan IOD Positif Bertahan Hingga 2027

Smallest Font
Largest Font

Fenomena El Nino diproyeksikan bertahan sampai awal kuartal pertama 2027 dengan tingkat intensitas yang melampaui kategori kuat. Ancaman kekeringan di Indonesia berpotensi kian parah akibat munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif dari September hingga Desember 2026, dilansir dari Detikcom.

Sejumlah daerah saat ini sudah mengalami kondisi hari tanpa hujan (HTH) berdurasi sangat pendek hingga panjang. Wilayah Pos Hujan Katerban di Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mencatatkan durasi HTH paling lama yang mencapai 80 hari.

Sebagian besar kawasan di Tanah Air diperkirakan menghadapi kemarau yang lebih kering dibanding biasanya. Cakupan durasi musim kering yang lebih panjang ini berdampak pada 437 zona musim atau setara 48,77 persen area daratan.

Meski demikian, BMKG memproyeksikan curah hujan berkategori tinggi baru akan muncul secara bertahap mulai Oktober sampai November 2026. Luas daratan Indonesia yang sudah memasuki musim kemarau telah mencapai 54,5 persen atau sebanyak 509 zona musim hingga pertengahan Juli 2026.

Sementara itu, sebanyak 77 zona musim masih dalam periode musim hujan dan 113 zona musim lainnya berada di wilayah tipe satu musim. Puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus yang meliputi 48,84 persen daratan, serta September yang mencakup 25,41 persen daratan.

Kondisi kemarau kering memicu peningkatan titik panas di area yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan hingga 29 Juli 2026 mendeteksi keberadaan 5.019 titik panas yang didominasi area Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.

Pengamatan pada akhir Juni menunjukkan indeks bulanan Nino 3.4 telah menyentuh angka 1,56. Angka tersebut mengonfirmasi bahwa intensitas El Nino saat ini sudah melewati ambang batas kategori kuat di atas 1,5.

Suhu permukaan laut di Samudra Hindia saat ini berada pada angka -0,386. Indikator ini memberi sinyal kuat terkait potensi kemunculan fenomena IOD Positif pada periode mendatang.

Dampak El Nino berpotensi menghebat ketika terjadi bersamaan dengan musim kering secara langsung. Walau El Nino berlangsung sampai awal 2027, pengaruh utamanya akan terpusat pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia.

"Namun, perlu digarisbawahi bahwa dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Niño bertemu langsung dengan musim kemarau. Meskipun El Niño terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed