BMKG Deteksi 776 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Selatan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 776 titik panas di wilayah Kalimantan Selatan pada Sabtu (22/8/2026). Kebakaran hutan dan lahan ini memicu kabut asap yang memperburuk jarak pandang hingga menyentuh angka 200 meter.
Titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Sebaran asap dilaporkan meluas hingga ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur akibat tiupan angin dari arah timur menuju tenggara.
Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel Utari Randiana menjelaskan kondisi pergerakan asap dan penurunan jarak pandang di wilayah tersebut.
"Untuk wilayah Kalimantan Selatan, sebaran asap berada di bagian barat dan utara, dengan arah angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan lima hingga 15 knot berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer wilayah setempat," ujar Utari Randiana, Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel.
Penurunan ketebalan jarak pandang tercatat mulai terjadi pada pagi hari secara signifikan.
"Untuk wilayah Banua Anam, berdasarkan citra satelit juga terdapat sebaran kabut asap, terutama di bagian barat dan utara yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki area gambut cukup luas," ujar Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 8.900 hektare. Area terdampak di Ring 1 menjadi fokus utama pemadaman karena jaraknya yang dekat dengan pemukiman dan Bandara Syamsudin Noor.
"Terhitung sampai tanggal sekarang yang terbakar kurang lebih ada 8.900 hektare di wilayah Kalimantan Selatan," kata Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara untuk mencegah meluasnya titik api ke area vital.
"Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot yang cukup tinggi, khususnya berada di ring 1 yang mendekati bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut," ujar Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Munculnya kabut asap di sekitar fasilitas penerbangan membuat tim gabungan siaga penuh.
"Dalam hal ini memang pada sekitar tanggal 19 terjadi kabut asap khususnya di pagi hari sampai tanggal 20. Ini pun juga menjadi atensi buat BNPB dengan Satgas Udara-nya maupun Satgas Udara yang kita gelar," sambung Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Penguatan armada udara dilakukan dengan menyiagakan unit helikopter patroli dan pemadam air di beberapa wilayah Kalimantan.
"Kalimantan Barat kita sudah menggelar unit-unit heli, terdiri dari 11 unit. Yang mana dalam hal ini ada patroli udara 2 unit, OMC yang sampai saat ini masih belum beroperasi, jadi beralih menjadi operasi udara karena pertumbuhan udara sampai saat ini belum ada di daerah Kalimantan Barat," jelas Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Penyebaran helikopter patroli dan pembom air disesuaikan dengan tingkat kerawanan wilayah di bagian selatan.
"Jadi, unit-unit heli patroli dan WB kita ada yang bergeser untuk memperkuat daerah-daerah yang terdampak di wilayah Kalimantan Barat, khususnya yang di daerah Selatan, ya, dalam hal ini Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya," papar Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Eskalasi titik panas di Kalimantan Tengah juga mendapat perhatian tambahan bantuan pemadaman udara.
"Di sini juga terjadi peningkatan intensitas titik api. Sejauh ini kita sudah mengarahkan ada 10 unit heli yang terdiri dari 3 unit heli Bell, 1 unit Caravan yang bisa berfungsi patroli maupun OMC, selanjutnya 6 unit water bombing, ya," ujar Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB.
Guna memaksimalkan pergerakan pemadaman karhutla Kalsel, BPBD setempat memastikan adanya penambahan armada helikopter bantuan.
“Yang sudah dipastikan satu unit dari Provinsi Riau dijadwalkan tiba di Kalsel pada Minggu (23/8),” kata Ariansyah, Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel.
Sebanyak 9.800 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan pendinginan basah di lokasi terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow