Bisnis Kendaraan Listrik TOBA Cetak Laba Kotor dan Margin Positif

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Fase monetisasi bisnis kendaraan listrik milik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) resmi dimulai. Segmen kendaraan listrik yang dikelola melalui Electrum ini berhasil mencetak laba kotor serta EBITDA positif pada semester pertama tahun 2026, setelah sebelumnya fokus membangun infrastruktur.

Dikutip dari Investor Daily, pendapatan segmen kendaraan listrik TOBA melonjak 184 persen secara tahunan menjadi US$ 9,06 juta per semester I-2026. Angka tersebut melesat drastis dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 3,19 juta.

Peningkatan pendapatan tersebut turut memperbaiki profitabilitas perusahaan secara signifikan. Unit bisnis EV TOBA sukses membukukan laba kotor US$ 0,39 juta pada enam bulan pertama 2026, membalikkan posisi dari rugi kotor US$ 0,45 juta pada semester I-2025.

Perbaikan kinerja operasional juga terlihat dari capaian Adjusted EBITDA segmen EV yang berbalik positif menjadi sekitar US$ 0,5 juta. Kondisi ini menandakan bahwa investasi awal untuk membangun skala ekosistem mulai memberikan kontribusi nyata bagi perseroan.

Analis Pasar Modal Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, menilai perubahan ini sebagai sinyal positif. Ia menyoroti bahwa unit economics bisnis Electrum mulai bergerak ke arah yang lebih sehat.

"Pada bisnis seperti EV, pertumbuhan skala biasanya harus dibangun lebih dahulu sebelum profitabilitas mulai terlihat. Jadi yang menarik bukan hanya pertumbuhan pendapatannya yang tinggi, tetapi fakta bahwa gross profit sudah berbalik positif. Ini menunjukkan unit economics bisnis mulai bergerak ke arah yang lebih sehat," ujar Abdul Azis.

Ia menambahkan bahwa fokus investor pada tahap selanjutnya adalah memantau kemampuan Electrum dalam menjaga pertumbuhan, memicu utilisasi infrastruktur, dan mengoptimalkan recurring revenue.

Peningkatan performa Electrum ditopang oleh ekspansi ekosistem secara masif. Hingga Juni 2026, unit kendaraan listrik roda dua di dalam ekosistem Electrum telah menyentuh 13.883 unit, melambung 172 persen dari 5.100 unit pada Juni 2025.

Fasilitas Battery Swapping Station (BSS) juga tumbuh 72 persen menjadi 550 unit dari sebelumnya 320 unit. Stasiun penukaran ini mencatat lebih dari 1,7 juta transaksi saban bulan, dengan akumulasi jarak tempuh armada melampaui 135 juta kilometer.

Electrum, yang dibentuk sebagai entitas patungan antara TOBA dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menggarap ekosistem motor listrik terintegrasi meliputi armada, baterai, BSS, hingga sistem IoT. Azis menegaskan pentingnya pemanfaatan BSS secara maksimal agar ekspansi ini memicu operating leverage.

"Pada akhirnya, utilisasi yang lebih tinggi dapat memperbesar recurring revenue yang dihasilkan ekosistem," katanya.

Electrum juga menerapkan model bisnis rent-to-own (RTO) untuk memperluas jangkauan monetisasi. Lewat skema ini, konsumen bisa memiliki kendaraan sekaligus mengakses fasilitas baterai. Lebih dari 2.500 unit kendaraan tercatat telah memanfaatkan skema RTO hingga pertengahan 2026.

Skema RTO menciptakan transaksi berulang dari layanan baterai dan jaringan swap, sehingga penerimaan perusahaan tidak lagi bergantung semata pada margin penjualan unit fisik. Fokus bisnis pun melebar ke arah battery subscription hingga penyediaan infrastruktur untuk segmen B2C dan B2B.

Ekspansi pasar turut diperkuat lewat kemitraan dengan Grab Electric. Kerja sama ini memberi peluang pemanfaatan kendaraan Electrum di dalam jaringan ride-hailing yang terus tumbuh, mengingat Grab menargetkan peningkatan armada EV secara masif hingga akhir 2026.

Langkah Transisi Energi TOBA

Pengembangan Electrum sejalan dengan transformasi portofolio TOBA untuk memangkas ketergantungan pada sektor batu bara. Perseroan berfokus pada tiga pilar bisnis berkelanjutan, yaitu pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Sepanjang semester I-2026, sektor pengelolaan limbah menjadi pendorong terbesar EBITDA TOBA, sementara sektor EV menjadi motor pertumbuhan baru. Walau porsi pendapatan EV masih relatif kecil terhadap konsolidasi, laju pertumbuhannya yang tinggi berpotensi meningkatkan kualitas laba perseroan dalam jangka panjang.

Azis menekankan pentingnya menjaga margin seiring dengan ekspansi volume bisnis di masa mendatang.

"Pertumbuhan 184% tentu menarik, tetapi fase berikutnya akan lebih penting. Kalau penambahan kendaraan, utilisasi BSS, dan recurring revenue mampu tumbuh bersama sementara gross profit dan EBITDA terus membaik, bisnis EV bisa berkembang dari sekadar growth story menjadi salah satu sumber earnings baru bagi TOBA," kata dia.

Capaian pada semester I-2026 ini menjadi pijakan awal Electrum untuk membuktikan bahwa pemulihan profitabilitas dapat dipertahankan secara konsisten di tengah fase ekspansi yang lebih besar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed