BISA Project Dampingi 623 Pelajar Kurang Mampu Tembus Perguruan Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah di Indonesia gagal melanjutkan kuliah setiap tahun akibat keterbatasan akses. Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan pentingnya bantuan yang melengkapi pembelajaran digital, seperti dilansir dari Detik iNET.

Untuk merespons masalah tersebut, Salam Setara bersama Kitabisa menginisiasi BISA Project. Program ini memadukan beasiswa, bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, dan konsultasi akademik bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

Direktur Eksekutif Salam Setara Ahmad Mujahid menjelaskan bahwa bantuan biaya saja tidak cukup untuk memperluas jangkauan pendidikan.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi. Melalui BISA Project, kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan yang setara untuk meraih pendidikan tinggi," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis.

Program yang diluncurkan sejak 2024 ini telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Sebanyak 540 peserta berhasil menembus perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan separuhnya masuk 20 kampus terbaik versi Webometrics.

Pada Batch 3 tahun 2026, sebanyak 401 dari 495 peserta juga telah diterima di berbagai kampus melalui bermacam jalur seleksi. Pembelajaran terpadu ini terbukti efektif menyiapkan mental peserta menghadapi ujian masuk serta kehidupan perkuliahan.

Dampak Nyata Pendampingan Berkelanjutan

Salah satu penerima manfaat, Uji Sandi, mengaku sempat ragu bisa kuliah karena keterbatasan biaya bimbingan belajar. Berkat pendampingan akademik berkelanjutan, ia akhirnya lolos ke Program Studi Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor.

"Kita memang tidak bisa memilih terlahir dari latar belakang seperti apa, tetapi kita selalu bisa memilih untuk berhenti atau terus melangkah," kata Sandi.

Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Jangkauan program ini turut diperluas melalui BISA Future Fest 2026 yang digelar pada 24-27 Juli 2026 di Jakarta. Acara ini menjadi momen pertama bagi masyarakat umum untuk mengikuti sesi pengembangan diri bersama sejumlah tokoh, termasuk Pandji Pragiwaksono dan Andovi da Lopez.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, sektor swasta, dunia pendidikan, dan lembaga filantropi demi memperkuat sinergi perluasan akses pendidikan tinggi.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, menekankan pentingnya keterlibatan publik.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ungkapnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed