Biosirkular dan PKK Jateng Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Pengelolaan limbah rumah tangga kini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Salah satu langkah konkretnya memanfaatkan limbah minyak goreng bekas atau jelantah sebagai bahan bakar terbarukan.

Langkah kolaboratif ini diluncurkan oleh TP PKK Provinsi Jawa Tengah bersama PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari melalui gerakan "Minyak Jelantah Jadi Rupiah" di Kota Semarang, dikutip dari Investor Daily.

Direktur PT Biosirkular Inovasi Indonesia, Dicka Dwi Candra, menjelaskan bahwa minyak jelantah dari dapur warga dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah seperti biodiesel dan bioavtur jika dikelola dengan sistem yang benar.

"Dari dapur rumah tangga, dari minyak jelantah, dari kebiasaan kecil yang dikelola dengan sistem yang benar. Jika ini berjalan konsisten, dampaknya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga terbentuknya budaya baru dalam mengelola limbah bernilai," ujar Dicka.

Untuk mengoptimalkan pengumpulan limbah, pihak perusahaan menerapkan empat pilar utama. Strategi tersebut mencakup edukasi warga, penyediaan titik kumpul di desa atau kelurahan, armada penjemputan khusus, hingga pencatatan berbasis digital.

Sistem digitalisasi ini diterapkan guna menjamin transparansi serta akuntabilitas data, mulai dari volume minyak yang terkumpul hingga proses distribusinya ke industri pengolahan hilir.

"Tantangannya bukan hanya mengumpulkan minyak jelantah, tetapi membangun sistem yang rapi, transparan, dan berkelanjutan dari rumah tangga hingga hilir," tutur Dicka.

"Kami ingin menghadirkan sistem yang membuat pengelolaan minyak jelantah lebih mudah dipahami, lebih tertib dijalankan, dan lebih transparan dipantau. Ketika masyarakat, kader, dan operator memiliki data yang jelas, maka program ini bisa tumbuh menjadi gerakan yang kuat dan berkelanjutan," kata dia.

Manfaat Lingkungan dan Peran Kader Posyandu

Jaringan kader PKK dan Posyandu memegang peranan krusial sebagai penggerak edukasi di tingkat keluarga. Kehadiran mereka diharapkan mampu mencegah kebiasaan warga membuang minyak bekas ke saluran air atau menggunakannya secara berulang demi kesehatan.

Penanganan limbah cair dapur secara terarah juga berkonstribusi langsung dalam menekan polusi tanah serta menjaga kelestarian ekosistem lingkungan sekitar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed