BEI Siap Meluncurkan Label Saham Hijau pada 28 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan merilis label saham berbasis hijau atau IDX Green Equity Designation pada Jumat, 28 Agustus 2026, guna memberi penanda khusus bagi perusahaan tercatat yang berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan. Peluncuran tersebut menjadi tahap awal pengumuman kelompok pertama emiten penerima label, setelah bursa menyelesaikan rangkaian kajian, penyusunan kebijakan, dan uji coba bersama sejumlah perusahaan tercatat. Pengembangan instrumen ini telah memiliki payung hukum melalui Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00110/BEI/07-2026 yang dinyatakan efektif sejak 31 Juli 2026.

Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI, Rony Suniyanto Djojomartono, menyampaikan bahwa penetapan ini disiapkan sebagai wadah resmi pengakuan aktivitas bisnis ramah lingkungan di pasar modal.

"Jadi nanti di tahap awal kita akan ada ada satu batch gitu ya, emiten yang akan diumumkan di minggu depan rencana kita akan launching di tanggal 28 Agustus minggu depan di hari Jumat," kata Rony Suniyanto Djojomartono, Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI. Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia dari OJK serta Green Equity Principles terbitan World Federation of Exchanges (WFE) ke dalam investasi saham.

"Green Equity Designation adalah sebuah labeling," ujar Rony Suniyanto Djojomartono, Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI. Skema label ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Green Equity Designation untuk perusahaan yang kegiatan usahanya telah memenuhi kriteria hijau, serta Green Equity Transition Designation bagi emiten dalam proses transisi emisi rendah karbon.

Untuk meraih kategori Green Equity Designation, perusahaan yang berpendapatan wajib membukukan lebih dari 50 persen pendapatan tahunan dari aktivitas hijau, sedangkan perusahaan pra-pendapatan harus mengalokasikan lebih dari 50 persen belanja modal (CAPEX) atau operasional (OPEX) pada sektor hijau. Ketentuan serupa berlaku bagi kategori transisi, di mana porsi pendapatan maupun nilai investasi 50 persen dialokasikan khusus untuk agenda transisi energi atau lingkungan. "Kalau misalkan perusahaan energi dia sudah menyampaikan laporan keuangan, lalu dia ingin menyampaikan laporan ke bursa untuk meroleh green equity designation. Mereka bisa meninjau data keuangannya dari sisi aspek revenue dan investment," ujar Rony Suniyanto Djojomartono, Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI.

Setiap calon emiten penerima label diwajibkan menunjuk penilai independen atau External Party Reviewer (EPR) untuk memverifikasi keselarasan aktivitas bisnis dengan taksonomi serta kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola.

"Nanti salah satu kriteria yang disampaikan adalah bukti bahwa pihak assessornya atau mungkin assessmentnya dia memiliki capability atau mungkin memiliki sertifikasi untuk menilai terhadap aspek terhadap aspek environment," kata Rony Suniyanto Djojomartono, Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI. Saat ini BEI telah memfasilitasi proses peninjauan terhadap empat emiten kandidat dalam program uji coba yang melibatkan tiga lembaga penilai eksternal. "Jadi mungkin kalau dari jumlah perusahaan saat ini kita juga tidak expect banyak yang bisa memenuhi target equity designation ini. Tapi kalau kita lihat ke depannya dengan ada perkembangan transisi tadi nah itu yang mungkin kita akan fokuskan ke sana," ungkap Rony Suniyanto Djojomartono, Senior Manager of Indices and ESG Business Development BEI.

Pengajuan status saham hijau ini bersifat sukarela dan mewajibkan emiten melakukan pembaruan penilaian berkala setiap tahun dengan batas penyerahan laporan tahunan pada bulan Mei.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed