Bapanas menyalurkan bantuan beras 6,8 ribu ton untuk NTT

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah memastikan Cadangan Pangan Pemerintah digunakan untuk masyarakat terdampak bencana, termasuk gempa di Nusa Tenggara Timur. Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan beras dengan total 6,8 ribu ton pada 2026, menyasar lima kabupaten.

Detik Finance menyebut pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk tujuan cadangan pangan dalam bencana dan keadaan darurat selama tahun ini. Penyaluran saat ini bersumber dari gabungan alokasi program bencana dan bantuan pangan beras reguler.

Detik Finance melaporkan anggaran kedua program tersebut ditaksir mendekati Rp 100 miliar, dengan perhitungan dari total 6,8 ribu ton. Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan penetapan bantuan dilakukan untuk aksi kesiapsiagaan penanggulangan bencana bagi lima kabupaten terdampak.

"Jadi sudah ada anggarannya di 2026. Khusus untuk bantuan bencana alam NTT itu yang terdampak 5 kabupaten. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sika, dan Nagekeo.

Kemudian jumlah semuanya itu ada 6,8 ribu ton. Kalau dikalikan Rp 14.000 per kilogram, ketemu sekitar Rp 95,2 miliar," ungkap Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Detik Finance menyebut per 19 Agustus Bapanas telah menetapkan total bantuan beras bagi 5 kabupaten di NTT sebagai aksi kesiapsiagaan penanggulangan bencana, dengan total 6,8 ribu ton. Rinciannya terdiri dari 990,3 ton program bantuan bencana dan 5,81 ribu ton program bantuan pangan beras reguler.

Detik Finance merinci alokasi per kabupaten: Kabupaten Manggarai 81,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler; Kabupaten Manggarai Timur 153,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.

Detik Finance melanjutkan rincian: Kabupaten Ngada 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler; Kabupaten Sikka 6,88 ton bantuan bencana dan 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler; Kabupaten Nagekeo 661,18 ton bantuan bencana dan 625,14 ton bantuan pangan reguler.

Selain alokasi khusus bencana, pemerintah juga mengalokasikan anggaran program bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli, Agustus, dan September sebesar Rp 17,5 triliun. Detik Finance menyebut program ini dapat dijalankan beriringan guna menyokong kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana alam.

Detik Finance menambahkan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lokasi masyarakat terdampak gempa di Manggarai, NTT, pada 19/8/2026. Ia memastikan proses bantuan bersifat taktis.

"Ini perintah Bapak Presiden Prabowo. Kita harus bergerak cepat. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bisa ambil duluan, proses izinnya persetujuannya belakangan. Karena yang setujui, saya sebagai Kepala Bapanas, saya menyetujui pengeluaran beras untuk bencana seluruh Indonesia," terang Amran.

Detik Finance menyebut Amran mengatakan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana adalah pangan terutama beras, serta pemerintah memastikan ketersediaan hingga setahun ke depan bila dibutuhkan.

"Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung.

Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi insya Allah aman," kata Amran.

Detik Finance melaporkan stok Cadangan Beras Pemerintah secara nasional masih mumpuni, dengan total 5,17 juta ton per 21 Agustus. Sejak Januari sampai 21 Agustus, penggelontoran CBP mencapai 1,65 juta ton, termasuk realisasi penjualan program SPHP Januari-Februari 221,05 ribu ton dan SPHP Maret-Agustus 678,12 ribu ton.

Detik Finance juga mencatat realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan tahap kedua 32,25 ribu ton. Penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat sebesar 11,39 ribu ton dan golongan anggaran 53,68 ribu ton.

Detik Finance menyebut rencana penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton untuk 33,24 juta keluarga, masing-masing 10 kg dengan alokasi 3 bulan. Pemerintah dan Perum Bulog menargetkan penyaluran CBP hingga lebih dari 2 juta ton dari stok yang masih tersedia lebih dari 5 juta ton.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed