Bank Sinarmas dorong ekonomi hijau lewat agroforestri
PT Bank Sinarmas Tbk mendorong ekonomi hijau berbasis masyarakat melalui program agroforestri, yang memadukan rehabilitasi lingkungan dan tanaman produktif. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-37 Bank Sinarmas. Program diterapkan di Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali, serta Desa Sukajaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat.
Menurut keterangan perseroan, program yang dikemas dalam skema Tanam dan Adopsi Pohon memperkuat pelestarian lingkungan dan pemberdayaan warga. Pendekatan tersebut memadukan tanaman kayu dengan komoditas bernilai ekonomi seperti kopi dan buah-buahan.
Frenky Tirtowijoyo menjelaskan konsep adopsi pohon dirancang untuk menjaga keberlanjutan program setelah penanaman dilakukan. Pendanaan dan pemeliharaan, kata dia, menjadi bagian dari rancangan agar pohon tumbuh optimal dan memberi manfaat ekologis serta ekonomi.
"Melalui Tanam dan Adopsi Pohon, kami ingin memastikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga pohon tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," tutur Frenky Tirtowijoyo, Direktur Utama Bank Sinarmas, dalam keterangan tertulis.
Frenky menyebut pendekatan ini diharapkan mendukung rehabilitasi ekologis sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan. Dalam pelaksanaannya, tanaman kayu yang berfungsi ekologis dipadukan dengan komoditas produktif untuk menghasilkan dampak ganda.
Program ini juga disebut berperan mencegah erosi, menjaga siklus air, menyerap emisi karbon, dan memulihkan keanekaragaman hayati. Di saat yang sama, tanaman produktif diarahkan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di sekitar lokasi program.
Bank Sinarmas melaporkan program ini mengadopsi ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Perseroan menggunakan teknologi Konsorsium Mikroorganisme Lokal (MOL), sementara media tanam dan pupuk berasal dari pengolahan limbah peternakan serta sampah organik setempat.
"Program ini untuk mendukung rehabilitasi ekologis, memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat," ujar Frenky Tirtowijoyo.
Perseroan menilai tantangan lingkungan tidak cukup dijawab hanya dengan menambah jumlah pohon yang ditanam. Keberhasilan rehabilitasi lahan, kata Bank Sinarmas, bergantung pada tingkat keberlangsungan tanaman serta manfaat yang dirasakan warga di kawasan tersebut.
Program Tanam dan Adopsi Pohon juga disebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan Bank Sinarmas serta implementasi prinsip keuangan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam POJK No. 51/POJK.03/2017. Perseroan menegaskan model ini menggeser penghijauan dari aktivitas penanaman menjadi program jangka panjang yang menghubungkan pemulihan ekosistem dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow