Bank Indonesia Diproyeksikan Pertahankan BI Rate di Level 5,75 Persen
Bank Indonesia diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini. Pertemuan ini menjadi momentum perdana yang dipimpin Pelaksana Tugas Gubernur BI Destry Damayanti setelah pengunduran diri Perry Warjiyo bulan lalu, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Hasil konsensus terhadap 35 ekonom yang disurvei Bloomberg menunjukkan mayoritas memproyeksikan BI memperpanjang penahanan suku bunga selama dua bulan berturut-turut. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang terus menunjukkan stabilitas dan menguat sekitar 0,8 persen terhadap dolar AS sepanjang bulan ini.
Dinamika kepemimpinan baru ini menjadi fokus perhatian para pelaku pasar serta investor global dalam menyeimbangkan stabilitas mata uang dan dorongan pertumbuhan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ekonom DBS Bank Ltd., Radhika Rao, menilai stabilitas nilai tukar saat ini memberi ruang aman bagi bank sentral untuk menahan tingkat suku bunga.
"Tinjauan kebijakan bulan ini akan memberikan gambaran perdana mengenai prioritas serta gaya komunikasi dari pimpinan baru," ujar Rao.
Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI permanen bersama rancangan anggaran pemerintah yang terukur dinilai efektif meredam gejolak pasar. Ekonom Bloomberg Economics, Tamara Henderson, memproyeksikan BI akan mengombinasikan penahanan suku bunga dengan instrumen moneter lain untuk menopang rupiah.
Di sisi lain, perhatian pasar turut tertuju pada efektivitas instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang berhasil menarik aliran modal asing masuk ke pasar domestik.
"Fase pertama adalah merebut kembali kepercayaan investor global. Fase berikutnya adalah memastikan likuiditas tersebut dapat ditranslasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat," jelas Kepala Ekonom PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian.
Penggunaan instrumen SRBI secara intensif kini perlu dicermati agar tidak menyedot likuiditas perbankan yang dibutuhkan untuk penyaluran kredit ke sektor riil. Pimpinan baru BI diharapkan dapat merumuskan ulang peta jalan kebijakan moneter demi menjaga stabilitas sekaligus mengakselerasi roda perekonomian nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow