Bakti Komdigi Gandeng Operator Seluler Kerjakan 2.000 Desa Blankspot

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah bersama operator seluler terus mempercepat pemerataan sinyal internet di 2.000 desa dan kelurahan yang masih mengalami blank spot di Indonesia. Penetrasi internet nasional saat ini tercatat telah menjangkau 83% desa atau menyentuh 98% total populasi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Rabu (12/8/2026).

Pembangunan infrastruktur di wilayah yang belum terjangkau tersebut disiasati melalui kewajiban komitmen pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Dalam skema tersebut, Telkomsel menguasai lebar pita 100 MHz, sementara XLSmart bersama Indosat Ooredoo Hutchison masing-masing mengantongi 80 MHz.

Kementerian Komunikasi dan Digital mewajibkan pemenang seleksi untuk menghadirkan jaringan 4G berkualitas di 538 desa. Selain itu, para operator juga ditargetkan menggelar jaringan 5G hingga mencakup 51% populasi nasional pada tahun kelima demi mendorong kecepatan rata-rata internet hingga 100 Mbps.

"Yang akan dilakukan pemerintah itu membangunnya melalui penyertaan pada saat operator seluler kemarin yang menang tender 700 MHz dan 2,6 GHz. Ini ada beberapa desa yang nanti akan dibangun oleh pihak operator seluler," ujar Dirut Bakti Komdigi Fadhilah Mathar.

Sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci utama dalam menuntaskan pemerataan akses telekomunikasi di seluruh pelosok tanah air.

"Ini juga bentuk dari komitmen bahwa coverage ini bukan hanya persoalan yang diselesaikan oleh pemerintah, tapi juga oleh swasta. Jadi, kita semua kerja sama," ucap Dirut Bakti Komdigi.

Sebagian besar dari lokasi yang belum terjangkau sinyal berada di wilayah timur Indonesia, khususnya di enam provinsi Papua. Kendala utama penyelesaian infrastruktur di lokasi tersebut didominasi oleh tantangan geografis dan dinamika keamanan daerah.

"Dulu Bakti hampir membangun yang tersisa itu, mungkin seratusan di antaranya ya, tapi karena kondisi keamanan. Bahkan, di lokasinya itu tower, perangkat, itu sudah ada di lokasi, tapi karena prosesnya sangat sulit dan masalah keamanan, akhirnya ada beberapa puluh site yang kita akhirnya tidak bisa dilanjutkan," tuturnya.

Suatu area dikategorikan sebagai daerah blankspot apabila sama sekali tidak memiliki jangkauan sinyal 4G. Bakti akan secara bertahap menarik keterlibatannya jika operator komersial sudah mulai beroperasi di wilayah tersebut.

"Tidak ada coverage, bahkan 1% untuk sinyal 4G. Kami juga di Komdigi, desa ini sudah ada coverage dari operator seluler, Bakti seharusnya kan sudah tidak ada di sana. Begitu kita lihat kriteria-kriteria itu, kita keluar," ucapnya.

Mengenai keluhan hilangnya sinyal di kawasan perkampungan, pihak lembaga menjelaskan bahwa tingkat cakupan wilayah sering kali tidak merata di seluruh batas administratif desa.

"Kadang-kadang bukan tidak ada sinyal, cuma desanya itu hanya 70% yang ter-cover, 30% benar-benar tidak ter-cover. Nah, mungkin yang bicara ini 30% yang tidak ter-cover, tapi dalam kriteria kami 30% yang tidak ter-cover ini bukan full blind spot, karena 70%-nya kan sudah ter-cover," jelasnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed