Pemerintah AS Peringatkan Israel Terkait Kesepakatan Pelucutan Senjata Gaza

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat memprotes penolakan Israel terhadap usulan pelucutan senjata Hamas dalam rencana 20 poin Board of Peace (BoP) pada Jumat (31/7/2026). Washington menegaskan Presiden Donald Trump akan sangat kecewa jika Tel Aviv tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Reaksi keras Washington mencuat setelah Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan ketidakpuasannya atas usulan BoP. Netanyahu menilai rencana itu belum memenuhi tuntutan demilitarisasi penuh Gaza sebagai syarat penarikan pasukan Israel.

Sikap skeptis Israel tersebut memicu tanggapan langsung dari pejabat senior pemerintah Amerika Serikat dalam pengarahan pers sesaat usai Trump mengumumkan persetujuan Hamas terkait pelucutan senjata.

"Kami tidak meminta Israel melakukan apa pun di luar rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka setujui. Kami sangat yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa," ujar seorang pejabat senior AS seperti dikutip dari Times of Israel.

Pemerintah AS menekankan pentingnya komitmen awal untuk menjaga stabilitas kawasan dan menyelesaikan konflik yang berkepanjangan.

"Kami hanya meminta mereka (Israel) tetap berpegang pada kesepakatan awal yang berhasil memulangkan para sandera dan mengakhiri perang. Gaza telah menjadi duri terbesar bagi Israel selama bertahun-tahun," kata pejabat tersebut.

Meski merespons dingin usulan tersebut, pihak Amerika Serikat meyakini Tel Aviv pada akhirnya akan tetap mengikuti keputusan Washington dan Board of Peace.

"Dengan berbagai persoalan lain yang sedang mereka (Israel) hadapi saat ini, kami rasa mereka tidak ingin persoalan ini kembali meningkat. Kami percaya Israel akan tetap menjadi mitra yang baik dan mematuhi kesepakatan tersebut," tutur pejabat itu.

AS mengungkapkan bahwa pihak Israel awalnya meragukan kemampuan Board of Peace dalam mencapai kesepakatan dengan kelompok Hamas.

"Israel tidak percaya kami bisa mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera. Mereka juga tidak percaya kami bisa memulangkan jenazah para korban. Mereka sangat skeptis Hamas akan melucuti senjata...

Namun Hamas akhirnya membuat kesepakatan... dan Hamas memenuhi komitmennya dengan menyerahkan jenazah serta membebaskan para sandera. Karena itu, kami juga berniat memastikan Israel memenuhi komitmennya agar kami benar-benar dapat menjadi mediator yang adil," jelas pejabat tersebut.

Selain itu, Washington mengkritik sikap Israel yang menolak keterlibatan negara-negara kawasan dalam struktur kepengurusan dewan eksekutif.

"Banyak kritik, terutama dari Israel, ketika kami mengundang Turki dan Qatar bergabung dalam Dewan Eksekutif Gaza Board of Peace. Namun kedua negara, bersama Mesir, telah menjadi mitra yang sangat penting dalam menjaga gencatan senjata tetap berlangsung," ungkap pejabat itu.

Pemerintah AS menegaskan akan terus mendorong proses perdamaian di Gaza meski menghadapi dinamika politik internal dari pihak-pihak yang terlibat.

"Israel memiliki dinamika politiknya sendiri yang rumit, sementara aspirasi rakyat Palestina juga penting. Namun kami berusaha mengesampingkan semua itu dan terus mendorong proses ini maju," pungkas pejabat tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed