Negosiasi Perdamaian Gaza di Yerusalem Belum Capai Kesepakatan
Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, mengakhiri misi diplomasi dua hari di Yerusalem pada Senin (17/08/2026) tanpa meraih kesepakatan untuk menghentikan konflik di Gaza. Seperti dilansir dari Investor Daily, negosiasi yang melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan Hamas tersebut tertahan karena kedua pihak tetap pada pendirian masing-masing. Aksi militer berupa serangan udara dan perluasan wilayah kekuasaan oleh militer Israel di Gaza terus berlangsung, meskipun kesepakatan penghentian tembak-menembak telah berjalan sejak Oktober.
Di sisi lain, kelompok Hamas menegaskan penolakan untuk menyerahkan persenjataan sebelum pihak Israel memenuhi komitmen penghentian agresi serta penarikan seluruh pasukan. Pembahasan antara Kushner dan Netanyahu berlangsung selama hampir empat jam. Kushner menyampaikan bahwa dialog tersebut berjalan dengan lancar dan menyebut pihak Hamas memberikan sinyal yang dinilai positif.
Proses pengurangan senjata ditargetkan mulai terlihat sebagai kemajuan awal dalam kurun waktu 30 hari. Selain itu, rencana penutupan sebagian jaringan terowongan diharapkan dapat dilaksanakan pada rentang 60 hingga 90 hari berikutnya.
Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan persetujuan Hamas terkait skema pelucutan senjata secara bertahap yang tertuang dalam peta jalan 15 poin proposal Board of Peace. Peta jalan tersebut juga mengatur tahapan penarikan militer Israel keluar dari wilayah Gaza. Namun, perbedaan pandangan mengenai urutan tahapan pelaksanaan menjadi hambatan utama. Hamas menyatakan kesiapan menjalankan peta jalan tersebut apabila Israel lebih dulu menghentikan serangan dan menarik tentaranya, sementara Netanyahu menolak melakukan penarikan pasukan sebelum proses pelucutan senjata Hamas tuntas.
AS memastikan tidak akan membatasi hak membela diri bagi Israel jika muncul ancaman langsung, meski batasan kriteria ancaman tersebut masih dalam tahap perincian. Pihak Board of Peace mengonfirmasi Israel berhak merespons jika timbul aksi kekerasan baru atau upaya pembangunan kembali kekuatan militer Hamas, sementara Hamas telah menyatakan komitmen untuk menghentikan aktivitas militer. Penegasan dari pejabat Israel menyebutkan pasukan militer tidak akan ditarik dalam waktu dekat dan tetap beroperasi mengejar pihak yang terlibat dalam peristiwa 7 Oktober 2023. Mengenai aspek rekonstruksi Gaza, Netanyahu dan Kushner sepakat bahwa pemulihan infrastruktur baru dapat dimulai setelah proses demilitarisasi Hamas berjalan.
Pembentukan dua kelompok kerja telah disepakati untuk mengawal teknis pelucutan senjata serta menangani masalah sanitasi, air bersih, dan layanan kesehatan masyarakat. Data pejabat kesehatan Gaza dan militer Israel mencatat lebih dari 1.200 warga Palestina dan empat tentara Israel tewas sejak Oktober lalu, sementara posisi politik Netanyahu menjelang pemilu nasional 27 Oktober mendatang turut memengaruhi dinamika perundingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow