Antrean Jual Saham GOTO Membeludak di Level Rp 50

Smallest Font
Largest Font

Tekanan jual melanda saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga antrean jual menumpuk di level Rp 50 pada perdagangan Senin (31/8/2026). Fenomena ini terjadi akibat berlakunya evaluasi Indeks MSCI Global Standard yang mengeluarkan GOTO dari perhitungan indeks tersebut, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Data RTI mencatat antrean jual saham GOTO pada level harga terendah tersebut menembus 667,65 juta lot atau setara Rp 3,33 triliun sekitar pukul 14.34 WIB. Sebaliknya, minat beli investor di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat terbatas dengan nilai transaksi hanya Rp 1,06 miliar dari 21,11 juta saham.

Aktivitas perdagangan yang lebih dinamis justru berlangsung di pasar negosiasi BEI. Merujuk data Stockbit, volume perdagangan di pasar nego mencapai 32,2 juta lot dengan harga rata-rata Rp 23 per saham dan total nilai transaksi sebesar Rp 77 miliar.

Di tengah tekanan tersebut, BEI berencana menghapus batas harga minimum Rp 50 yang berpotensi membuka ruang pembentukan harga baru secara lebih fleksibel bagi GOTO. Langkah ini dinilai dapat membantu mengatasi hambatan transaksi akibat ketidakseimbangan permintaan dan penawaran.

Analis MNC Sekuritas Christian menilai perubahan aturan floor price tersebut menjadi dinamika baru bagi pergerakan saham perseroan.

"Kalau aturan harga terendah diubah, ekspektasinya harga saham GOTO turun ke bawah Rp 50. Ini ada sisi positifnya karena penjual bisa bertemu pembeli di harga tertentu. Kontras dengan kondisi di Rp 50 ketika antrean jual lebih banyak dari beli sehingga transaksi tidak matched," kata Christian, Senin (31/8/2026).

Meskipun penurunan awal berisiko menimbulkan tekanan jangka pendek bagi investor, mekanisme pasar yang lebih fleksibel diharapkan dapat mendorong peningkatan likuiditas serta memicu pemulihan harga jika didukung fundamental yang kuat.

Christian menambahkan bahwa kendala utama yang dihadapi GOTO saat ini berasal dari faktor teknikal akibat penyesuaian portofolio dana pasif setelah eksklusi dari indeks global.

"Dengan kondisi harga saham saat ini di Rp 50 memang ada technical overhang, di mana passive fund yang harus keluar dari saham GOTO karena eksklusi FTSE dan MSCI, tetapi mereka tertahan," ujarnya.

Penerapan mekanisme harga baru diharapkan dapat mempermudah proses rebalancing portofolio oleh investor institusi.

"Dengan aturan baru, memungkinkan mereka bisa rebalancing, sehingga harapannya tidak ada lagi masalah overhang seperti ini," imbuhnya.

Dari sisi kinerja keuangan, GOTO mencatatkan pemulihan dengan membukukan laba bersih Rp 608 miliar pada semester I-2026. Capaian ini membalikkan posisi rugi bersih sebesar Rp 580 miliar yang dicatatkan perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    1
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed