Ancaman Selat Hormuz Tekan Wall Street, Dow Jones Anjlok 464 Poin
Laju penguatan bursa saham Amerika Serikat terhenti setelah tiga indeks utama Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, tekanan pasar dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat dinamika geopolitik di Selat Hormuz.
Selain faktor ketegangan kawasan, maraknya aksi ambil untung dan rilis kinerja keuangan emiten teknologi yang di bawah ekspektasi turut menahan laju indeks.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 464,02 poin atau 0,85% ke level 53.885, menutupi tren positif yang terjadi selama lima hari berturut-turut. Indeks S&P 500 juga terkoreksi 0,18% menjadi 7.709,96, sementara Nasdaq Composite melemah tipis 0,06% ke posisi 26.348,35.
Penurunan tajam saham Salesforce sekitar 3% menjadi salah satu beban terbesar Dow Jones usai perseroan mengumumkan perombakan jajaran pimpinan.
Sektor teknologi turut mengalami koreksi signifikan setelah rilis laporan keuangan. Saham Sandisk terhempas lebih dari 6% menyusul kinerja kuartal IV fiskal yang tak memuaskan. AppLovin tergerus hampir 20% akibat hasil kinerja yang beragam, dan Western Digital merosot 13% lantaran proyeksi kuartal pertama berada di bawah perkiraan.
Kepala Ekspansi Ritel dan Produk Investasi Alternatif Cboe, JJ Kinahan, menilai dinamika ini wajar karena pasar sedang mengambil jeda di tengah padatnya musim laporan keuangan. Ia menambahkan bahwa capaian laba yang melampaui estimasi tidak serta-merta mendorong harga saham jika prospek bisnis ke depan dinilai kurang solid.
Di samping itu, maraknya profit taking membayangi saham-saham yang sebelumnya mencatatkan reli tinggi. Sandisk tercatat telah melonjak hingga hampir 3.000% dalam setahun terakhir, sedangkan Western Digital melesat lebih dari 500% dalam rentang waktu yang sama.
Ketegangan Selat Hormuz Dorong Lonjakan Minyak
Kondisi geopolitik di Timur Tengah kembali menghangat usai parlemen Iran mengkaji rancangan aturan yang berpotensi melarang kapal milik AS dan Israel melintasi Selat Hormuz. Eskalasi kian terasa saat insiden ledakan dilaporkan terjadi di lepas pantai Oman yang melibatkan sebuah kapal tanker.
Kondisi tersebut mengerek harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebesar 2,8% ke posisi US$ 77,29 per barel. Pada saat yang sama, minyak mentah jenis Brent menguat 3,8% hingga menyentuh US$ 82,48 per barel.
Kendati demikian, muncul sinyal positif dari potensi kesepakatan antara Iran dan Oman untuk menjaga kelancaran jalur pelayaran tanpa pungutan biaya tambahan. Strategis Deutsche Bank Jim Reid menyatakan para pelaku pasar tetap bersikap hati-hati sambil menanti kejelasan resmi dari isi kesepakatan akhir tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow