Wall Street Menguat Dipimpin Lonjakan Saham Nvidia dan Teknologi

Smallest Font
Largest Font

Indeks saham utama Wall Street kompak menguat pada perdagangan Kamis (27/8/2026) dipicu oleh lonjakan saham Nvidia setelah perusahaan chip tersebut melaporkan kinerja kuartal yang melampaui ekspektasi dan proyeksi pendapatan yang kuat, dilansir dari Investor Daily.

Nasdaq Composite mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,57% menjadi 26.541,35, diikuti S&P 500 naik 0,72% ke level 7.730,99, serta Dow Jones Industrial Average naik 105,56 poin (0,2%) menjadi 53.569,44.

Saham Nvidia melonjak 8,7% setelah pendapatan kuartal fiskal keduanya lebih dari dua kali lipat dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 70% pada tahun fiskal 2028, jauh melampaui perkiraan analis yang sebesar 44%.

Kinerja Nvidia turut mengangkat saham semikonduktor lain seperti Broadcom naik 4,5%, SK Hynix naik 2%, Intel naik 4%, dan VanEck Semiconductor ETF menguat 3%.

Melissa Brown, kepala riset keputusan investasi global di SimCorp, mengatakan, "Banyak pembicaraan belakangan ini mengenai pembiayaan berputar untuk perusahaan hyperscaler dan apakah pendapatan mereka mampu menutupi biaya besar yang dikeluarkan."

"Kinerja Nvidia untuk sementara dapat meredakan kekhawatiran tersebut," ujar Brown. Saham lain yang terkait dengan perdagangan kecerdasan buatan (AI) juga terdorong oleh kenaikan Nvidia.

Selain saham chip dan AI, saham Salesforce melonjak lebih dari 22% setelah pendapatan kuartal keduanya melampaui proyeksi Wall Street. Adobe naik 5,7%, dan Autodesk melonjak 6,2%.

Di sektor keamanan siber, saham Okta melonjak lebih dari 28%, dan CrowdStrike naik 20,5% setelah kinerja di atas ekspektasi dan peningkatan proyeksi kinerja. Saham Palo Alto Networks naik hampir 13% karena permintaan layanan keamanan siber meningkat seiring berkembangnya teknologi AI agentik.

Brown mengingatkan adanya risiko volatilitas tinggi pada saham teknologi terkait AI, meski korelasinya rendah sehingga volatilitas pasar keseluruhan tetap rendah.

"Volatilitas tinggi tetapi korelasinya rendah sehingga volatilitas keseluruhan pasar tetap rendah," kata Brown. Ia memperingatkan kondisi ini dapat menimbulkan rasa aman yang keliru bagi investor.

Pasar kini menanti pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada Jumat (28/8/2026) di simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, yang diperkirakan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter dan prospek suku bunga AS ke depan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed