Wall Street Melemah Karena Konflik AS-Iran dan Kenaikan Harga Minyak

Smallest Font
Largest Font

Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa (18/8/2026) karena ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memanas serta kenaikan harga minyak. Investor juga menanti rilis laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan pekan depan sebagai indikator penting pasar teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 132,55 poin atau 0,25% ke 53.327,23, S&P 500 melemah 0,46% menjadi 7.709,69, dan Nasdaq Composite anjlok 1,04% ke 26.368,96. Kenaikan harga minyak mentah Brent sekitar 0,5% dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai level tertinggi sejak 2007 menjadi tekanan tambahan.

Ketegangan AS-Iran meningkat setelah Teheran mengumumkan perubahan postur militer menjadi "sepenuhnya ofensif" dan Washington tidak memperpanjang gencatan senjata yang berakhir 17 Agustus. Perkembangan ini meningkatkan risiko geopolitik dan mendorong harga minyak naik, yang berpotensi memperbesar tekanan inflasi global.

"Imbal hasil obligasi yang tinggi menciptakan kondisi pembiayaan yang lebih ketat dan menekan investor," ujar Kim Forrest, Chief Investment Officer Bokeh Capital Partners. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian waktu pengembalian investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) menambah kegelisahan pasar.

Mayoritas saham teknologi berkapitalisasi besar mengalami penurunan, dengan Nvidia turun sekitar 2% dan Meta Platforms melemah 3%. Indeks sektor teknologi S&P 500 menjadi penyumbang penurunan terbesar dengan koreksi 1,5%. Di sisi lain, indeks semikonduktor Philadelphia turun 3,7% ke level terendah dalam sepekan.

Investor mulai mengalihkan perhatian ke sektor defensif seperti kesehatan dan kebutuhan pokok konsumen. Indeks volatilitas CBOE (VIX) melonjak ke level tertinggi dua pekan, menandakan kekhawatiran pasar akan volatilitas yang meningkat.

"Saham Nvidia menjadi fokus karena laporan keuangannya pekan depan akan menjadi tes penting untuk kelangsungan momentum saham berbasis AI," kata Danni Hewson, Kepala Analisis Keuangan AJ Bell. Ia menambahkan, "Informasi yang lebih jelas tentang investasi AI dan sumber keuntungannya bisa meredakan kekhawatiran pasar."

Di Asia, bursa bergerak beragam dengan indeks saham China dan Hong Kong menguat lebih dari 1%, sementara Nikkei Jepang naik 0,74%. Namun, perlambatan produksi industri dan penjualan ritel China menunjukkan tantangan bagi pemulihan ekonomi domestik.

BNI Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sideways cenderung menguat dengan resistance di level 6.450-6.500. Investor asing masih melakukan aksi jual pada beberapa saham utama seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk dan PT Astra International Tbk, namun IHSG tetap berpeluang positif pada perdagangan hari ini.

Investor juga memantau laporan keuangan perusahaan ritel besar AS seperti Walmart dan Home Depot yang akan dirilis pekan ini untuk mengukur kekuatan permintaan konsumen di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed