Ancaman El Nino Terjang Lumbung Padi Asia Dampak Harga Beras Melonjak
Sektor pertanian Asia menghadapi tekanan berat akibat ancaman fenomena iklim El Nino. Gelombang kekeringan ini memukul para petani yang sebelumnya sudah terbebani kenaikan harga pupuk dan bahan bakar, seperti dilansir dari Investor Daily.
Ancaman terhadap produksi beras kini meluas dari Vietnam hingga Filipina. Berdasarkan laporan Bloomberg pada Sabtu (25/7/2026), musim kemarau yang memanjang menyebabkan ribuan hektar sawah mengering di wilayah lumbung padi Asia.
Kondisi serupa terjadi di India selaku eksportir beras terbesar dunia. Curah hujan monsun sejak Juni 2026 tercatat merosot hingga seperenam dari batas normal, sehingga menurunkan luas tanam padi sekitar 1 persen pada Juli 2026.
Defisit pasokan ini memicu lonjakan harga komoditas pangan di pasar internasional. Harga beras Thailand sebagai tolok ukur kawasan Asia menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan terakhir, sementara kontrak berjangka beras di bursa Chicago melonjak 40 persen tahun ini.
Dampak fenomena iklim ini dirasakan langsung oleh para petani skala kecil di berbagai negara. Seorang petani asal Provinsi Quang Tri, Vietnam Tengah, Nguyen Van Trung (60) mengeluhkan kondisi tanaman padinya yang layu.
"Saya sangat khawatir. Saya sudah tiga kali memberi pupuk, tetapi padinya tetap tidak mau tumbuh karena kekurangan air," ujar Nguyen Van Trung, dilansir dari Bloomberg pada Sabtu (25/7/2026).
Dua bulan kekeringan membuat tanaman padi di wilayah Trung menguning. Meski hujan mulai turun di pertengahan bulan, hal tersebut dinilai terlambat. Trung bahkan harus bekerja sampingan di proyek konstruksi demi memenuhi kebutuhan hidup akibat tingginya biaya operasional pertanian.
Kondisi serupa memaksa pemilik 12 hektare sawah di Luzon Tengah, Filipina, Joe Pangalilingan, untuk menunda masa tanam.
"Kami sudah mulai merasakan dampak El Niño. Banyak petani yang bingung dan tidak tahu bagaimana harus bersiap menghadapi bencana seperti ini," kata Joe Pangalilingan.
Beberapa petani berupaya menerapkan metode dry-seeding atau menanam benih di tanah kering untuk menghemat biaya bahan bakar pompa irigasi. Namun, keberhasilan metode tersebut sangat bergantung pada kepastian cuaca.
Penyusutan Stok dan Efek Domino Global
Lembaga Riset Padi Internasional (IRRI) mengingatkan bahwa akumulasi masalah ini menjadi ancaman terbesar bagi panen tahun ini. Penurunan curah hujan, tingginya biaya pemompaan air tanah, serta pemangkasan pupuk terjadi secara bersamaan.
"Secara individu, kejutan-kejutan ini mungkin masih bisa diatasi. Namun jika terjadi bersamaan, dampaknya sangat berbahaya bagi produksi beras kawasan," kata Alisher Mirzabaev selaku ilmuwan senior di IRRI.
Departemen Pertanian AS (USDA) memangkas estimasi stok beras akhir musim. USDA memproyeksikan penurunan produksi beras global untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir.
Pemerintah Vietnam memperingatkan potensi gangguan El Nino pada lebih dari 350.000 hektare lahan padi. Sementara itu, otoritas Filipina dan Malaysia juga bersiap menghadapi penurunan output produksi pada tahun mendatang.
Kawasan Asia memproduksi sekaligus mengonsumsi sekitar 90 persen dari total pasokan beras dunia. Gangguan pada rantai pasok ini berpotensi memicu kebijakan proteksionisme pangan, menambah beban kemiskinan bagi petani kecil, serta memperparah kerawanan pangan di wilayah krisis seperti Myanmar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow