Yu Deng Raih Fields Medal 2026 Usai Pecahkan Masalah Keenam Hilbert
Matematikawan University of Chicago, Yu Deng, meraih penghargaan Fields Medal 2026 setelah berhasil memecahkan teka-teki fisika-matematika berusia 125 tahun mengenai Masalah Keenam Hilbert, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Profesor berusia 37 tahun tersebut menuntaskan tantangan yang berawal dari pidato David Hilbert pada tahun 1900 di Universitas Sorbonne, Paris. Penemuan ini menyatukan tiga tingkat teori pergerakan fluida dari level mikroskopik, mesoskopik, hingga makroskopik.
Penyelesaian masalah tersebut dilakukan Yu Deng bersama Zaher Hani dan Xiao Ma dari University of Michigan. Mereka membangun jembatan matematis yang menurunkan teori makroskopik seperti persamaan Navier-Stokes dari hukum gerak Newton di tingkat mikroskopik melalui Persamaan Boltzmann.
Capaian akademis ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan departemen tempat Yu mengajar saat ini.
"Karya Yu yang indah dan orisinal ini memecahkan masalah mendasar dalam fisika matematika yang bermula dari (David) Hilbert lebih dari seabad yang lalu," kata Frank Calegari, profesor dan ketua Departemen Matematika UChicago.
Riset ini dinilai tidak hanya menyelesaikan persoalan sejarah, tetapi juga memberikan dampak luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
"Karya ini juga memperkenalkan metode baru yang ampuh yang akan membentuk penelitian di masa depan. Ini adalah pencapaian penting," lanjut Frank Calegari, profesor dan ketua Departemen Matematika UChicago.
Perjalanan intelektual Yu dimulai sejak masa kecilnya di Shenzhen, China. Sebelum berkarier di UChicago, ia meraih medali emas Olimpiade Matematika Internasional 2006, menyelesaikan studi sarjana di MIT pada 2011, serta meraih gelar PhD dari Universitas Princeton pada 2015.
Pengamatan terhadap bakat besar Yu sudah terlihat sejak ia menjalani masa studi doktoralnya.
"Dia brilian sejak awal," kata Profesor Alexandru D. Ionescu, supervisor Yu Deng di Universitas Princeton.
Kemampuan analitis Yu dalam membedah persoalan rumit menjadi ciri khas utamanya sejak awal karier akademis.
"Bahkan sebagai mahasiswa pascasarjana, tanpa pengalaman... dia sangat pandai memahami inti permasalahan, menangkap apa yang penting dalam suatu masalah," lanjut Profesor Alexandru D. Ionescu, supervisor Yu Deng di Universitas Princeton.
Gagasan penting yang memicu terobosan Masalah Keenam Hilbert tersebut muncul saat Yu menikmati hidangan di sebuah restoran ayam goreng Korea di Providence, Rhode Island, pada tahun 2021. Dari momen tersebut, Yu menemukan pendekatan untuk membagi persoalan matematika kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan.
Pengakuan atas pencapaian ini menegaskan posisi Yu Deng dalam sejarah perkembangan fisika-matematika modern.
"Pada saat itu, saya menyadari, oke, mungkin saya memang memiliki bakat dalam matematika," kata Yu Deng, matematikawan University of Chicago.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow