WGC Proyeksikan Harga Emas Berisiko Mengalami Koreksi Lanjutan

Smallest Font
Largest Font

Harga emas berisiko mengalami penurunan lanjutan hingga menyentuh garis rata-rata pergerakan 55 hari akibat tingginya inflasi di Amerika Serikat dan pengetatan kebijakan moneter The Fed, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (2/9/2026).

Sinyal yang bertentangan antara Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve memicu ketidakpastian pasar. Kebijakan hawkish dari Bank Sentral AS berdampak negatif pada pergerakan harga komoditas ini secara keseluruhan.

"Departemen Keuangan AS 'tampaknya' menginginkan imbal hasil yang lebih rendah. The Fed menginginkan inflasi yang lebih rendah. Keduanya tidak ingin merusak perekonomian AS yang mungkin merupakan cara keras untuk mencapai kedua tujuan tersebut," kata analis di WGC World Gold Council (WGC).

Perbedaan prioritas kebijakan tersebut membuat fokus pasar tertuju pada langkah pengetatan yang diambil oleh otoritas moneter tertinggi di Amerika Serikat.

"Di antara keduanya, The Fed memiliki kekuatan lebih besar. Jadi, ketika Ketua The Fed (Kevin Warsh) menunjukkan sikap hawkish pada hari Jumat lalu, pasar bereaksi keras. Lonjakan tajam pada imbal hasil obligasi tenor 2 tahun yang mencerminkan ekspektasi pengetatan kebijakan di masa mendatang; menyebabkan harga emas turun di bawah rata-rata pergerakannya selama 200 hari (200-day moving average/200dma)," beber analis di WGC.

Rilis data inflasi yang masih tinggi serta pidato Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole kian menguatkan spekulasi kenaikan suku bunga acuan. Hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas dan menekan daya tariknya di mata investor.

"Level support awal terlihat pada titik terendah pertengahan Agustus di US$ 4.311/troy ounce, dan yang lebih penting lagi pada garis rata-rata pergerakan selama 55 hari yang sedang menanjak, yang saat ini berada di level US$ 4.215/troy ounce. Pandangan kami cenderung mencari titik dasar di level ini kembali. Level resistance awal terlihat pada rata-rata pergerakan eksponensial selama 13 hari di US$ 4.474/troy ounce, kemudian pada rata-rata pergerakan selama 200 hari yang saat ini berada di US$ 4.530/troy ounce.," ujar para analis tersebut.

Secara teknikal, pergerakan harga emas memerlukan dorongan kuat untuk menembus titik resistance agar dapat membalikkan tren penurunan jangka pendek.

"(Pergerakan kembali) ke atas level terakhir ini akan dianggap sebagai sinyal kembalinya tren naik harga emas dalam jangka pendek, dengan level resistance berikutnya berada di titik tertinggi baru-baru ini sebesar US$ 4.696/troy ounce, lalu di kisaran US$ 4.769 - US$ 4.774 per troy ounce," jelas WGC.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed