Wall Street Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia
Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (17/8/2026) akibat tertekan lonjakan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Koreksi pasar tercatat pada indeks S&P 500 yang turun 0,52 persen ke level 7.745,06, Nasdaq Composite melemah 0,32 persen ke level 26.644,91, serta Dow Jones Industrial Average yang menyusut 272,63 poin atau 0,51 persen menuju posisi 53.459,78.
Tekanan di pasar saham terjadi seiring dengan berakhirnya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran pada Senin serta buntunya proses negosiasi kedua negara. Teheran dilaporkan menolak pembicaraan untuk memperpanjang nota kesepahaman tersebut, sehingga memicu kecemasan pasar atas potensi gangguan pasokan energi global.
Kondisi tersebut mendongkrak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS sebesar 2,6 persen menjadi 84,50 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent naik 2,7 persen ke level 90,87 dolar AS per barel. Lonjakan harga komoditas ini turut mendorong imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun ke tingkat tertinggi sejak Juni 2007.
Sikap pelaku pasar yang kembali menyoroti perkembangan negosiasi kedua negara turut memengaruhi dinamika harga komoditas di pasar internasional.
"Pelaku pasar kembali mencermati perkembangan negosiasi AS dan Iran secara langsung, di mana masih terdapat potensi penurunan harga minyak jika kesepakatan berhasil dicapai," kata Jason Stephens, Pendiri Evertern Wealth.
Ia juga menambahkan bahwa tekanan politik internal terhadap pemerintah Amerika Serikat terus meningkat seiring dinamika geopolitik global yang terjadi.
"Tekanan terhadap pemerintahan AS untuk mencapai kesepakatan semakin besar, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan umum paruh waktu," ujar Jason Stephens, Pendiri Evertern Wealth.
Di tengah pelemahan bursa secara umum, saham Micron Technology mencatatkan kenaikan sekitar 4 persen setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan pemerintah tidak mendukung rencana pembelian chip memori dari China oleh Apple. Selain itu, pasar saham AS kini bersiap menantikan rilis risalah rapat The Fed pada Rabu (19/8/2026) serta laporan keuangan sejumlah perusahaan ritel besar seperti Home Depot, Lowe's, dan Walmart.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow