Universitas Terbuka Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Universitas Terbuka membebaskan biaya uang kuliah tunggal bagi para mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan M 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diambil untuk meringankan beban finansial para korban musibah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pihak perguruan tinggi saat ini sedang melakukan pendataan terhadap jajaran mahasiswa yang berhak menerima fasilitas bantuan finansial serta bentuk dukungan lainnya.

"Kita sedang mendata mahasiswa kita, terutama yang terkena dampak di wilayah Maumere dan sekitarnya. Kita segera akan dapatkan datanya dan kita akan berikan bantuan semaksimal mungkin, sesuai dengan kadar musibah yang diterima, mulai dari pembebasan UKT kemudian bantuan lainnya, dan seterusnya," kata Rektor UT Prof Ali Muktiyanto.

Selain fasilitas finansial, institusi pendidikan ini juga menyediakan penyesuaian jadwal akademik bagi para peserta didik yang tertimpa musibah.

"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," kata Ali.

Kebijakan penanganan bencana ini merupakan standar operasional yang pernah diterapkan pada musibah di daerah lain seperti Aceh, Nias, dan Padang.

"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ucap Ali.

Untuk mengantisipasi gangguan jaringan telekomunikasi dan listrik pascabencana di lokasi terdampak, sistem pembelajaran dialihkan ke mode luring.

"Ketika jaringan internet tidak bisa berfungsi dengan baik, maka kita punya pendidikan jarak jauh secara yang di-deliver secara offline," ujar Rektor UT.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meminta seluruh perguruan tinggi berpartisipasi aktif dalam aksi tanggap darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ungkap Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kementerian mendorong kampus-kampus untuk mendirikan posko bantuan, menyediakan layanan kesehatan, pendampingan trauma healing, serta menyalurkan logistik dengan melibatkan jajaran dosen dan mahasiswa.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed