Ukraina Serang Pelabuhan Yeysk dan Kilang Minyak Rusia
Drone Ukraina menyerang pelabuhan laut Yeysk di wilayah Krasnodar, Rusia, yang memicu kepulan asap di area fasilitas tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Serangan ini dilaporkan oleh media independen Rusia, Astra, berdasarkan rekaman video warga dari pesisir Laut Azov yang dikonfirmasi oleh analis OSINT.
Peringatan bahaya udara telah dibunyikan di kota Yeysk sebelum serangan terjadi. Saluran Telegram Supernova+ mengindikasikan informasi awal bahwa sebuah kapal terbakar di area pelabuhan akibat hantaman drone tersebut. Pemerintah resmi Rusia belum memberikan komentar terkait kerusakan maupun korban jiwa.
Selain fasilitas pelabuhan, serangan drone juga menyebabkan kebakaran di kilang minyak Novokuibyshevsk milik Rosneft di Samara yang berkapasitas 8,8 juta ton minyak per tahun. Pusat logistik e-commerce Ozon seluas 75.000 meter persegi di Samara turut dihantam drone dan terbakar.
Serangan terhadap Ozon terjadi setelah kampanye berturut-turut yang menyasar infrastruktur logistik pesaingnya, Wildberries. Sejak 18 Juli 2026, setidaknya 22 gudang Wildberries telah dihantam serangan, menghancurkan sekitar 2,395 juta meter persegi ruang penyimpanan atau 43 persen dari total kapasitas perusahaan.
Sebelumnya, Staf Umum Ukraina mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak Taneco di Nizhnekamsk, Tatarstan, serta terminal minyak Tamanneftegaz di Krasnodar Krai pada 20 Agustus 2026.
"Taneco dapat memproses hingga 16 juta ton minyak mentah per tahun," kata Staf Umum dalam unggahan di media sosial.
Fasilitas Taneco memproduksi berbagai produk minyak bumi untuk mendukung pasokan militer Rusia.
"Ini memproduksi berbagai macam produk minyak bumi, termasuk bahan bakar motor dan produk pengilangan minyak lainnya. Fasilitas ini terlibat dalam memasok tentara musuh," kata Staf Umum.
Staf Umum Ukraina menyebut terminal minyak Tamanneftegaz di wilayah Krasnodar sebagai salah satu simpul utama pengiriman minyak Rusia di kawasan Laut Hitam. Sistem pemantauan satelit FIRMS milik NASA mengonfirmasi adanya titik api di terminal tersebut.
"salah satu terminal minyak utama Rusia di wilayah Laut Hitam," kata Staf Umum.
Dampak serangan energi ini dirasakan hingga ke wilayah Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia. Gardu induk Taman berkapasitas 500 kilovolt yang menyuplai listrik ke Krimea mengalami gangguan, menyebabkan pemadaman listrik di kota Simferopol, Sevastopol, Kerch, Feodosia, dan Yalta.
Wali Kota Nizhnekamsk, Radomir Belyaev, mengomentari serangan drone di wilayahnya melalui sebuah pernyataan resmi.
"Pasukan pertahanan udara berhasil menghalau serangan besar lainnya di distrik kami," kata Radomir Belyaev, Wali Kota Nizhnekamsk.
Di sisi lain, serangan balasan Rusia juga terus terjadi di wilayah Ukraina. Sebuah drone Rusia menghantam gudang di desa Myla dekat Kyiv yang memicu ledakan besar, menewaskan 27 orang, melukai 42 orang, dan memaksa 370 warga dievakuasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow