UBS Proyeksikan Harga Emas Mencapai US$ 5.000 pada Semester I-2027
UBS, bank investasi asal Swiss, memproyeksikan harga emas akan kembali menguat dan mencapai US$ 5.000 per ons troi pada semester pertama tahun 2027, dilansir dari Investor Daily.
Harga emas saat ini ditutup naik 2,39% ke level US$ 4.342,18 per ons troi, namun masih sekitar 22,38% di bawah rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons troi yang tercatat pada Januari 2026.
Tekanan harga emas muncul akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Suku bunga tinggi dinilai mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil atau bunga. The Fed pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%.
UBS memperkirakan inflasi AS akan menurun secara bertahap, sehingga bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga tahun ini sebelum menurunkannya pada 2027.
Penurunan suku bunga menjadi faktor utama yang mendukung harga emas, karena biaya memegang emas menjadi lebih rendah dan daya tariknya meningkat.
Chief Investment Officer UBS, Mark Haefele, menyatakan bahwa pelemahan harga emas menuju US$ 4.000 per ons troi atau lebih rendah bisa menjadi peluang untuk membangun eksposur strategis terhadap emas.
"Periode pelemahan harga emas menuju US$ 4.000 per ons troi atau lebih rendah pada akhirnya dapat menjadi peluang untuk membangun eksposur strategis terhadap emas," ujar Mark Haefele.
Mark Haefele menambahkan bahwa meskipun ada risiko jangka pendek, UBS tetap optimis terhadap prospek emas dengan potensi kenaikan ke US$ 5.000 per ons troi pada paruh pertama 2027.
"Pandangan tersebut menunjukkan UBS masih melihat koreksi harga emas sebagai peluang akumulasi, terutama apabila pelemahan tersebut tidak mengubah prospek jangka menengah terhadap suku bunga dan inflasi," kata Mark Haefele.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow