Trump Kirim Perjanjian Nuklir ke Kongres dengan Syarat Normalisasi Saudi-Israel

Smallest Font
Largest Font

Pada 26 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan rancangan perjanjian kerja sama energi nuklir sipil dengan Arab Saudi ke Kongres AS dengan syarat utama normalisasi hubungan Riyadh dengan Israel.

Perjanjian 30 tahun ini, yang ditandatangani pada Juli 2026, memungkinkan perusahaan AS mengekspor teknologi nuklir sipil ke Arab Saudi, termasuk pembangunan reaktor AP1000 senilai puluhan miliar dolar, menurut Reuters dan Vietnam News.

Seorang pejabat pemerintahan AS menyatakan, "Posisi presiden tidak berubah bahwa kesepakatan hanya akan berjalan jika Arab Saudi bergabung dengan Kesepakatan Abraham," sebuah kesepakatan normalisasi antara Israel dan beberapa negara Arab.

Trump menetapkan normalisasi ini sebagai syarat setelah menyetujui kesepakatan nuklir pada Juli lalu. Kesepakatan ini telah dikirim ke Kongres dan akan ditinjau dalam 90 hari kerja oleh komite terkait.

Jika Kongres tidak menolak dalam waktu tersebut, perjanjian dapat berlaku. Namun, Trump memiliki hak veto yang dapat dibatalkan dengan mayoritas dua pertiga di Kongres.

Beberapa anggota parlemen Demokrat dan pakar nonproliferasi mengkritik perjanjian ini karena tidak melarang Arab Saudi melakukan pengayaan uranium atau pengolahan ulang limbah nuklir, dua prosedur yang berpotensi digunakan untuk produksi senjata nuklir.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa perjanjian tersebut sudah mencakup langkah-langkah nonproliferasi yang diwajibkan oleh hukum AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed