Donald Trump Perintahkan AL AS Kembali Pakai Ketapel Uap Kapal Induk

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk menghentikan penggunaan sistem peluncur jet canggih pada kapal induk terbaru. Ia meminta militer kembali ke teknologi ketapel uap yang digunakan sebelumnya, seperti dikutip dari Detik iNET. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada pembangunan USS Doris Miller, kapal induk keempat dari kelas Ford.

Kapal ini dipastikan tidak lagi memakai Electromagnetic Aircraft Launch Systems (EMALS) seperti tiga pendahulunya. Penggantian sistem EMALS menjadi ketapel uap pada USS Doris Miller berpotensi menelan biaya jutaan dolar. Trump dilaporkan telah lama mengritik keandalan teknologi peluncur elektromagnetik tersebut.

Saat meninjau USS Gerald R. Ford pada 2017, Trump menyebut sistem tersebut terlalu rumit untuk dioperasikan. "Anda harus menjadi Albert Einstein untuk memahaminya," katanya.

Dalam wawancara dengan Time pada tahun yang sama, Trump menegaskan bahwa sistem baru itu kurang bertenaga dibanding uap. "Sistem tersebut tidak bagus," ulasnya. Pihak militer AS sebelumnya menilai EMALS jauh lebih efisien, hemat daya, dan membutuhkan sedikit personel operasional. Langkah presiden untuk beralih kembali ke teknologi lama memicu reaksi keras pakar militer.

Pensiunan Angkatan Laut AS, Mark Montgomery, menilai keputusan tersebut sangat tidak beralasan. "Keputusan kembali ke ketapel uap adalah tidak logis, tidak efisien, dan membuang-buang uang," kata Montgomery. Ia menambahkan bahwa EMALS mampu mendorong pesawat secara lebih mulus sehingga mengurangi tingkat keausan komponen. Sistem ini juga menggunakan energi serta air dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.

"Akan sangat bodoh dan mahal untuk kembali menggunakan ketapel uap," kata Montgomery yang dikutip detikINET dari Newsweek, Kamis (27/8/2026). Produsen EMALS, General Atomics, menyatakan bahwa pembatalan sistem pada USS Doris Miller memerlukan kalkulasi matang. Pasalnya, proses manufaktur untuk kapal tersebut sudah selesai hampir separuhnya.

USS Doris Miller sendiri diperkirakan baru bisa diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada tahun 2034 mendatang. Penyerahan kapal ini mengalami penundaan bertahun-tahun dari jadwal semula.

Secara fungsi, baik EMALS maupun ketapel uap bertugas meluncurkan pesawat tempur dalam jarak pendek di dek penerbangan. Keduanya memberikan akselerasi tinggi agar jet dapat mengudara tanpa landasan panjang.

EMALS mengandalkan motor induksi linier yang memanfaatkan dorongan pulsa magnetik dari tenaga reaktor nuklir kapal. Mekanisme ini dinilai lebih modern dan cepat disiapkan saat kondisi darurat. Sementara itu, ketapel uap bekerja dengan menyalurkan uap bertekanan tinggi ke dalam silinder bawah dek.

Piston di dalamnya bergerak maju untuk menarik pesawat hingga mencapai kecepatan lepas landas. Teknologi EMALS saat ini juga digunakan pada kapal induk Tipe 003 Fujian milik China. Sebaliknya, kapal induk Prancis Charles de Gaulle masih memakai ketapel uap buatan AS, meski Paris berencana beralih ke EMALS di masa depan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed